![]() |
| Ist |
Kejadian seperti ini sudah seharusnya dihentikan. Kemenristek Dikti sebenarnya sudah membuat pedoman agar ospek dilakukan sesuai aturan.
Salah satu yang tertulis, yakni asas demokratis berarti kegiatan dilakukan berdasarkan kesetaraan dengan menghormati hak dan kewajiban setiap pihak yang terlibat. Asas humanis yaitu PKKMB dilakukan atas dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, prinsip persaudaraan, dan anti kekerasan.
Dengan begitu diharapkan tidak ada lagi ospek yang melampaui batas. Berikut beberapa Ospek yang mencoreng dunia pendidikan Tanah Air yang dilansir dari Merdeka, Senin (2/9/2019).
1. Ospek Minum Ludah di Universitas Khairun
Orientasi studi dan pengenalan kampus (Ospek) di Universitas Khairun Ternate, Maluku Utara kembali mencoreng dunia pendidikan Indonesia. Mahasiswa baru disuruh meminum ludah dan berjalan jongkok.
Rektor Unkhair Ternate, Husen Alting mengatakan, masa orientasi itu dilakukan pada Fakultas Perikanan dan Kelautan, yang dilaksanakan 29 Agustus 2019 lalu.
2. Mahasiswa IPDN Tewas Saat Orientasi
Setelah sempat mereda, kasus penganiayaan di IPDN sempat mencuat kembali. Ini dipicu dari tewasnya Praja Sulawesi Utara bernama Jonoly Untayanadi (25). Praja ini menghembuskan napas terakhir saat mengikuti orientasi, Jumat (25/1/2019).
3. Tewasnya Taruna STIP
Kasus tewasnya taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Dimas Dikita Handoko (19) rupanya hanya dipicu masalah sepele. Dimas yang merupakan taruna tingkat pertama sekolah pelayaran tersebut dinilai tidak kompak serta tak respek jika berhadapan dengan para seniornya.
4. Mahasiswa Unhas Tewas
Awaluddin (19) mahasiswa Universitas Hasanuddin jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Wahidin Sudiro Husodo. Korban menderita sakit usai mengikuti ospek di kampusnya selama dua hari berturut-turut.(ni)
