![]() |
| Ist |
Kemudahan sudah jadi kunci bagi bank agar bisa bertahan dalam kompetisi. Lantas, layanan transaksi pun serba online saat ini. Boleh dibilang semua layanan keuangan bisa dilakukan hanya lewat gawai.
Namun, di antara kepraktisan yang kita dapat, konsekuensi kejahatan siber juga kian mengancam. Lalu, sudah sesiap apa bank di Tanah Air menghadapi ancaman siber dan melindungi data nasabahnya?
Keamanan Siber Harus Ditingkatkan Baru-baru ini, kasus dugaan pembobolan rekening digital nasabah Bank BTPN viral di media sosial.
Dilansir dari Kompas, Jumat (6/9/2019) pengguna instragram lewat akun @Wisnukumoro mengaku isi rekeningnya di Jenius raib pada 29 Agustus 2019 yang ia duga akibat ulah peretas.
Pembobolan diketahui berawal dari pesan masuk ke ponselnya berisi kode verifikasi untuk masuk ke akun.
Permintaan lantas ia tolak. Merasa curiga, akun kemudian ia blokir tetapi tidak berhasil. Si peretas tetap bisa masuk dan menguras habis isi rekening secara bertahap.
Bank BTPN mengaku tengah melakukan investigasi mendalam atas kasus yang dialami nasabahnya itu.(ni)
