![]() |
| Ist |
Dilansir dari Kompas, berdasarkan hasil pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang, Sumbar, tercatat konsentrasi polusi partikulat (pm10) sudah berada di level berbahaya.
Pada pukul 09.00 WIB, tercatat pm10 mencapai 458 mikrogram/m3. Kemudian, pada pukul 10.00 WIB, naik menjadi 487 mikrogram/m3.
"Angka tersebut berada level berbahaya. Sementara konsentrasi polutan partikulat yang dibolehkan berada di udara ambien yaitu 150 mikrogram/m3," kata Kepala BMKG Stasiun GAW Wan Dayantolis.
Menurut Wan, berdasarkan citra Himawari-8, sebaran asap merata di wilayah Sumbar. Komponen angin dari timur yang mengarah dari Riau dan Jambi. Berdasarkan model analisis iklim global, sebaran asap mengarah ke daerah sisi barat Sumbar seperi Padang dan Pariaman.
"Jadi daerah Padang dan Pariaman serta sekitarnya, tingkat konsentrasi polutan partikulatnya cukup tinggi," kata Wan.
Dikatakan Wan, pada Minggu kemarin, grafik pm10 indikator polutan partikulat seperti debu dan partikel asap konsisten berada di atas baku mutu atau nilai yang ditolerir.
"Siang hari kemarin mencapi 341 mikrogram/m3 dan malam hari berkisar pada 150-250 mikrogram/m3," kata dia. Sementara, untuk jarak pandangan mendatar secara umum kurang dari 2 kilometer.(ni)
