|

Terkait Video tentang Salib, Jin dan Patung, UAS Dipolisikan, Ini Tanggapan Frater Katolik...

Kali Dibaca
Ist
Mediaapakabar.com- Brigade Meo NTT laporkan Ustadz Abdul Somad (UAS) ke Polda NTT, terkait video tentang salib, jin dan patung.

Jemmy Ndeo, anggota Brigade Meo mengatakan, hari ini, Sabtu (17/8/2019) mereka akan melaporkan Ustadz Abdul Somad ke Polda NTT.

"Apa yang dikatakan Ustadz Abdul Somad dalam videonya itu kami rasa sudah sangat meresahkan masyarakat, terlebih umat Kristen," kata Jemmy, saat dilansir dari Tribun, Sabtu (17/8/2019).

Menurut Jemmy, apa yang dikatakan Ustadz Abdul Somad dalam videonya itu sangat mencederai hati umat Kristen karenanya Ustadz Abdul Somad mesti mempertanggungjawabkan apa yang dikatakannya itu," kata Jemmy Ndeo.

Video Ustadz Somad yang berdurasi 1.54 menit itu menjadi viral itu ditanggapi orang sejumlah masyarakat dan imam. Salah satunya ditanggapi oleh seroang pria yang mengaku frater Katholik dalam akun youtobenya me cvlpa.

Pernyataan Ustad Abdul Somad: "Apa sebabnya pak ustdz alau saya menegok salib menggigil hati saya. setan."

Tanggapan Frater Katholik : Ok sebelum lebih jauh berbicara tentang video ini, saya mau katakan apa tujuan saya membuat video ini. Yang pertama bukan untuk mendeskreditkan orang tertentu atau agama tertentu melainkan untuk membuat edukasi, memimpin keluar, kita memimpi keluar dari emosi emosi yang tidak teratur, dari pengetahuan yang sungguh sempit dari pemahaman yang keliru dan keluar dari tempurung dunia kita yang kadang terlalu kecil.

Maka saya tidak mau mendeskreditkan Ustad Abdul Somad atau agamanya, Agama Islam saya tidak punya urusan dengan ini, sekalipun harus saya katakan saya sebagai pransiskan, diminta, dituntut oleh spiritualitasku untuk membina relasi yang baik dengan muslim.

Pernyataan Ustad Abdul Somad: "Apa sebabnya Ustadz kalau saya menegok salib menggigil hati saya. Setan."

Tanggapan Frater Katholik : OK ini point of view, kita memiliki sudut pandang yang berbeda, begitulah cara beriman dan iman dari Ustadz Abdul Somad untuk menilai salib. Saya sebagia orang yang mengenal salib dengan cara berimanku yang sekarang, menganggap itu salah, tidak tepat mengatakan itu. Tetapi saya harus mengatakan, dia memiliki pemikiran yang khas untuk dirinya.

Untuk orang Yahudi, salib adalah penghinaan. Untuk orang Yunani, salib adalah kebodohan. Untuk video ini, video yang saya tadi saya putarkan, salib adalah setan.

Untuk saya sebagai Kristen, salib adalah tanda kesengsaraan menuju kebangkitan. yang menabur dengana berucuran air mata, menuai dengan bersorak sorai.


Tidak ada Paskah tanpa kematian, tidak ada kebangkitan tanpa kematian, tidak ada Paskah tanpa Jumat Agung, salib penderitaan itu adalah anak tangga menuju kebahagiaan sejati dan kemudian ada bagian selanjutnya dalam video ini.

Pernyataan Ustad Abdul Somad : "Saya tahu Siak di seberang pulau Batam, Batam satu jam setengah kami sampai tapi tak terasa satu jam setengah karena film yang diputar tenggelamanya kapal Kapal Van der Wijck, meleleh air mata penonton menengok Zainudin meninggakan hayat."

Tanggapan Frater Kathoilk : Saya tidak menemukan korelasi antara contoh itu dengan pernyataan pertama bahwa melihat salib dan hati mmenjadi tergugah adalah kerja setan.

Saya tidak melihat korelasi dan saya mengambil kesimpulan sementara bahwa pengetahuanku lah yang terbatas untuk sanggup mengerti video itu, bagian itu.

Yang pasti bagaimanapun untuk saya, saya tidak bisa menerima, melihat salib dan tergugah adalah kerja setan. coba kita lihat selanjutnya

Pernyataan Ustad Abdul Somad: Apa sebabnya kata ibu itu mirip macam ini, saya terlalu terbayang salib nampak salib. Jin kafir sedang masuk karena di salib itu ada jin kafir. Dari mana masuknya jin kafir karena ada patung.

Kepalanya ke kiri atau ke kanak, ada ya ingat ya. Na itu ada jin di dalamnya. Jin kafir di dalam patung itu ada jin kafir.

Makanya kita tidak boleh menyimpan patung, jin kafir itulah yang mengajak makanya kalau keluarga kita di rumah sakit didalamnya ada jin kafir itu tutup tutup itu.

Lalu sampai dia sakratul maut kita tak ada di situ dia sedang diajak jin kafir, berhasil berapa keluarga orang Islam yang mati dalam keadaan

mati suul khotimah dipanggil Aleluyah (menyanyi). mati audzubillah.

Selamatkan orang Islam jangan sampai mati Suul Khotimah. Kalau kau tak saggup mengkafirkan dia waktu hidup, kafirkan dia menjelang kematiannya.

Tak juga sanggup antar dia kemakamnya pakai wui wiu wiu wiu ambulans C lambang kafir. Balik dari sini beli pilok hapus itu ganti bulan sabit merah."

Tanggapan Frater Katholik: Saya mencoba menilai bahwa hal hal yang sangat meterial emperik katakanlah salib, nyanyi lagu alulyah, saya kurang tahu itu diambil dari lagu mana eee sungguh merupakan hal yang sangat menganggu untuk Muslim sekurang kurangnya untuk video ini.

Saya yang setiap hari mendengarkan adzan merasa nyaman dengan imanku dan terima kasih saya seorang Katolik di Indonesia, Katolik Indonesia dan saya Katolik Indonesia yang setiap hari menerima, menangkap informasi tentang keIslaman tetapi tidak merasa terindroktinasi.

Karena saya tahu saya berbeda dari mereka dan saya harus tetap pada pendirianku sebagai Katholik dan mereka dengan leluasa bisa menjadi seorang Muslim dan saya merasa nyaman dan aman dengan keadaan yang sekarang.

Saya tidak merasa terusik, saya menjalani panggilanku sebagai seroang frater dan saya nyaman, saya melakukan karya yang ordoku anjurkan untuk kulakukan dan semua berjalan tanpa aral melintang, tanpa halangan dari pihak Pemerintah sejauh ini saya alami, di tempat ini.

Bahwa ya di beberapa tempat ada ijin mendirikan bangunan yang sulit, kasuistik dan ya Pemerintah yang melulu adil dan sepurna adalah utopis. Dan secara umum harus dikatakan kita sebagai Negara yang merdeka masih harus terus menyempurnakan dirinya.

Ok. lalu bagi teman-teman yang menonton vidoe ini, video Ustadz Somad yang bicarakan tentang hukum melihat salib dalam Agama Islam, teman-teman kiranya by open minded, terbukalah pikiran kita untuk mencerna video ini.

Bahwa kita prihatin boleh saja, karena ternyata seorang pemimpin yang diagungkan mengatakan hal begitu. Kalaupun itu benar secara dogmatis di agama itu, tetapi penilaian moral tidak hanya melulu soal benar atau salah, itu baik atau tidak menurut cara, menurut tujuan, akibat, keadaannya.

Bahwa ada juga orang yang tertawa mendengarkan itu ya kita prihatin bukan hanya kepada si pembicara tapi juga kepada siapa mereka bicara kepada forum itu, yang menutup diri pada suatu kebenaran dan tidak memberi perhatian kepada kebenaran yang lain, yang jangan jangan lebih benar atau kenyataaannya kebenaran yang lebih tua yang lebih orisinal.

Ya setiap orang menyuarakan keagamaanya, apakah ini melanggar UU ITE, apakah ini sebuah insulting, penghinaan, apakah ini persekusi secara mental.

Ok, itu ranah hukum dan saya tidak menyingung soal itu. Tapi saya mau mengingatkan entah saudara itu sebagai Kristen, janganlah terbawa emosi atau apa, terlalu impulsif, spontan marah atau bagiamana melihat vidoe ini.

Saya melihat ini saya senyum dan ya saya sakit hati mungkin ada, karena soal rasa, tidak langsung clear. Tapi saya lebih banyak ke prihatin, lebih ke prihatin bahwa ternyata masih ada pemikiran seperti ini di era yang sangat maju ini. Begitu

Dan ok setiap orang menyuarakan pemikirannya, apa yang kamu katakan adalah apa yang kamu pikirkan dan kita menilai seseorang dari caranya bicara dan pilihan katanya, diksinya.

Dan saya tidak mengatakan dengan frontalamembuat judsment, setiap orang membuat penilaiannya masing masing.

Soal rasa, ya rasa kesal, ya rasa apa, itu secara personal, kita membuat rasa kita sendiri dengan melihat vidoe ini. tetapi sebagai himbauan mengingat ini video edukatif, mudah mudahan edukatif, ini bukan sesuatu kiranya sungguh mengangu.

Justru menumbuhkan iman. Sekali lagi pohon mangga itu berbuah lebih bagus jika batangnya dilukai. Kalau ada bentuk insulting kalau ini adalah insulting justru itu menambah, menguabkan iman kita dan kita bersyukur menjadi seorang Kristen Indonesia, Kita bangga dengan Negara kita yang merdeka.

Dan kita belajar untuk semakin memanusiakan diri kita dan memanusiakan orang lain. Itu saja dan sekali lagi saya tidak bermaksud mendeksrifitkan apapun dan siapapun.

Tetapi kita mau membuak cakrawala pemikiran kita ke wilayah yang lebih luas, sehingga kita sanggup berpikir lebih jerih. Semoga saja. PACE E BENE.(ni)
Komentar

Berita Terkini