![]() |
| doc.apkabar |
Kegiatan yang dilakukan atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Kesehatan
kabupaten Karo, pemerintah kecamatan Barusjahe dan Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak
(PKPA) secara sepakat akan memeriahkan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia tepat pada 17
Agustus 2019 di lapangan Sekolah Dasar Negeri 15 Tiga Jumpa dengan pendekatan Gerakan Nol
Sampah, atau lebih dikenal dengan Zero Weste Event.
Berbagai kegiatan seperti lomba senam lansia, melukis dan promosi cuci tangan pake sabun dilakukan untuk memeriahkan acara yang dilakukan selama satu hari tersebut, selain itu Yayasan PKPA juga mengumumkan hasil dari kompetisi bidang kebersihan dan kesehatan sebagai Juara Perempuan WASH dan Duta Kebersihan Sekolah.
Yayasan PKPA melalui dukungan Lutheran World Relief (LWR) terus mendukung masyarakat Karo,
khususnya masyarakat di desa Sikab, Penampen, Bulanjulu, Bulanjahe di kecamatan Barusjahe dan desa Lingga di kecamatan Simpang Empat dengan program Kopi Nande: Kepemimpinan Perempuan dalam Peningkatan Kebersihan dan Kesehatan.
Kalsium Sitepu, Camat dari kecamatan Barusjahe mengatakan bahwa mereka sangat mendukung program kebersihan dan kesehatan yang dilakukan oleh Yayasan PKPA. Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan yang masih minim dapat meningkat.
Kalsium juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan para stakeholder turut berperan dalam
mengampanyekan kebersihan lingkungan apalagi kondisi sampah saat ini sangat memprihatinkan.
“Kami berharap, baik pemerintah kabupaten, kecamatan dan tingkat desa dapat berkomitmen untuk
secara bersama-sama mendukung berbagai kegiatan pada program Kopi Nande ini, karena kita ingin
masyarakat berdaya, bersih dan sehat sehingga tercipta kehidupan yang lebih baik”, ungkap Zulpan
Efendi Sirait selaku koordinator lapangan.
Peringatan 74 Tahun Perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia yang dihadiri ribuan peserta ini
ternyata tetap dapat menjadikan lokasi kegiatan bebas dari sampah setelah kegiatan selesai dilaksanan, hal ini dikarenakan karena setiap peserta dan pengunjung telah berkomitmen untuk tidak membuang sampah secara sembarangan, melainkan memasukan pada kantong-kantong sampah yang telah disiapkan oleh penyelenggara.*
