Penghentian Ibadah Gereja di Riau, Ini Tanggapan Moderamen GBKP...

Anonim
Rabu, 28 Agustus 2019 - 19:30
kali dibaca
Doc.apkabar
Mediaapakabar.com- Moderamen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) menyayangkan penghentian ibadah GPdI di Dusun Sari Agung, Petalongan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Ditempat terpisah , Sekretaris Umum Moderamen GBKP Pdt Rehpelita Ginting MMin mengatakan alangkah bijaksananya Satpol PP menyampaikan maksud ke lokasi setelah selesai umat beribadah.

"Kita sangat sedih, dua orang ibu-ibu berteriak minta tolong sambil menarik tangan petugas agar ibadah diselesaikan," kata Pdt Rehpelita Ginting, Rabu (28/8).

Sebagai umat beragama pasti akan terlukai hati ketika ada orang yang sedang beribadah dihentikan. "Saat orang sedang kebaktian kita hentikan adalah tindakan yang tidak etis dan tidak layak dilakukan oleh siapapun," ujarnya.

Ia mempertanyakan apakah jemaat GPdI ketika beribadah ada yang terganggu atau terancam sehingga harus buru-buru dihentikan. Satpol PP perlu banyak belajar dalam menjalankan tugas, salah satunya agar dialog pada saat yang tepat.

"Sangat disayangkan juga umat yang sedang beribadah diperlakukan sama dengan menertibkan pedagang liar ataupun penggusuran yang mengganggu orang lain atau melanggar hukum," ungkapnya.

Rehpelita Ginting kembali mempertanyakan bukankah di negeri ini untuk bebas beribadah. "Soal tempat yang belum mendapat izin, bukankah seharusnya dapat didialogkan," tuturnya.

Dalam hal ini, pemerintah memfasilitasi umat yang menjalankan ibadahnya dengan memberikan tempat bagi mereka. Sebab menjalankan ibadah adalah hak seseorang, jangan karena ada orang yang tidak suka dan menyetujui melarang orang lain beribadah.

Sebagai anggota PGI, pihaknya mendukung mengecam perlakuan Satpol PP yang menghentikan peribadatan umat GPdI. Sudah seharusnya ruang untuk menjalankan ibadah bagi seseorang/kelompok setiap agama diberikan dan di fasilitasi bukan dilarang.

"Jangan karena ada larangan oleh kelompok tertentu yang merasa terganggu, padahal lebih menunjukan kekuasaan sehingga kebebasan orang lain menjadi terganggu," ketusnya.

Sebelumnya, sebuah video viral memperlihatkan ibadat warga di sebuah tenda dibubarkan oleh petugas. Peristiwa itu terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Di video tersebut, awalnya tampak sekelompok warga sedang beribadat dengan dipimpin pendeta, lalu tampak seorang petugas. Petugas itu sempat berbicara dengan pendeta kemudian tiba-tiba dua orang ibu-ibu berteriak minta tolong sambil menarik tangan petugas.(ogi bukit)
Share:
Komentar

Berita Terkini