![]() |
| Doc.apkabar |
Kepala SMA YPSA Bagoes Maulana menyampaikan agar siswa dapat memahami pemilihan Ketua OSIS SMA YPSA secara online.
“Saya harapkan siswa-siswi YPSA dapat memahami pemilihan berbasis web secara online ini. Ini menjadi bekal siswa-siswi YPSA di masa akan datang,” katanya, Jumat (30/8/2019).
Dikatakannya, kelebihan yang dimiliki e-voting yakni pertama layanan tersebut menggunakan perangkat elektronik untuk memberikan suara. Sementara sistem pemilihan konvensional menggunakan kertas surat suara. Disini pihaknya sudah melakukan penghematan kertas.
“Kedua, e-voting dapat menghitung dan mencetak struk audit. Sementara sistem konvensional mengandalkan perhitungan manual, ketiga, e-voting mampu melakukan pengiriman langsung dari perangkat komputer tempat pemilihan ke komputer server," ujarnya.
Adapun sistem konvensional, pengiriman dilakukan secara fisik dan berjenjang waktu. Terakhir, e-voting diklaim dapat menghitung hasil dengan cepat dan akurat karena menggunakan perangkat elektronik.
Sementara sistem manual relatif lebih lama. Sistem e-voting juga memiliki keunggulan lainnya antara lain, akurasi dan online. Sistim ini diharapkan dapat meminimalisir kesalahan dan mendeteksi jika ditemukan rekayasa suara.
Kepala Urusan IT YPSA Badaruddin Harahap mengatakan teknis pemilihannya siswa menginput user ID sesuai ID Card siswa dan Password masing-masing. Kemudian siswa memilih kandidat calon ketua dan wakil ketua OSIS dengan cara menekan tombol submit/pilih.
“Pilihan tersebut akan tersimpan secara otomatis di database server online. Kemudian siswa memilih tombol log out untuk keluar dari sistem. Pemilihan selesai," pungkasnya.(abi)
