Pegiat Mangrove Asal Danau Siombak Diundang ke Istana Negara, Simak Kisahnya....

Anonim
Senin, 12 Agustus 2019 - 10:19
kali dibaca
Ist
Mediaapakabar.com- Wibi Nugraha yang sudah bertahun-tahun konsisten dalam pelestarian lingkungan hidup, terutama hutan mangrove sukses menyabet juara pertama tingkat nasional wana lestari untuk kategori Kader Konservasi Alam. Penghargaan ini akan dilaksanakan di Istana Negara.

Wibi merupakan sosok pegiat mangrove sederhana yang tidak punya pekerjaan lain kecuali menanam dan menjaga hutan mangrove di kawasan Danau Siombak, Medan Marelan, bersama masyarakat sekitar.

Selain itu, Wibi juga menanam mangrove di Deli Serdang, Langkat, hingga Sibolga. Dia pun secara swadaya menjadi pendamping Kelompok Tani Rencong Aceh Utara yang telah mendapatkan legalitas perhutanan sosial dari Kementerian LHK seluas 1.880 hektare.

"Saya juga pendamping swadaya untuk Kelompok Tani Nipah di Desa Kwala Serapuh Kabupaten Langkat dengan legalitas dari Kementerian LHK seluas 242 hektare. Kemudian saya pendamping Kelompok Tani Bakti Nyata Paluh Merbau, Desa Tanjung Rejo, Kabupaten Deli Serdang yang saat ini menunggu keluarnya legalitas dari Kementerian LHK seluas 111 hektare," ujar Wibi saat dilansir dari Analisadaily, Senin (12/8/2019).

Semua kelompok dampingan Wibi memiliki produk unggulan seperti Kelompok Tani Rencong produk unggulannya madu liar dan jernang, Kelompok Tani Nipah produk unggulannya sapu lidi dari lidi nipah dan rokok daun nipah muda yang diekspor ke beberapa negara.

Sementara Kelompok Tani Bakti Nyata produk unggulannya adalah batik mangrove, sirup mangrove, dodol mangrove, peyek mangrove dan keripik jeruju.

Di tengah kesibukannya membudidayakan mangrove, Wibi juga melakukan pemberdayaan masyarakat di sekitar Danau Siombak melalui usaha budidaya ikan nila, pemanfaatan kerang lokan dan buah nipah sehingga masyarakat bisa mendapat penghasilan tambahan.

Selain itu dia juga mendirikan sebuah Rumah Baca Merah Putih di atas Danau Siombak untuk pendidikan anak-anak nelayan dan masyarakat sekitar.

"Alhamdulillah saya tidak pernah membuat proposal bantuan dana kepada siapapun, namun banyak orang yang tidak kita kenal memberikan bantuan kepada saya. Saya menanam mangrove bukan untuk uangm tapi menanam mangrove untuk menjadi rumah besar bagi lutung, kera dan yang lain agar mereka bisa hidup dengan nyaman," ungkap Wibi.(ni)
Share:
Komentar

Berita Terkini