Pasca Kerusuhan Manokwari, Kini Rupiah Terdepresiasi di Angka Rp14.260

Anonim
Rabu, 21 Agustus 2019 - 10:11
kali dibaca
Ist
Mediaapakabar.com- Rupiah kembali terdepresiasi 0,04% ke level Rp14.260 per dolar AS pada pembukaan perdagangan spot Rabu (21/08/2019) pagi tadi. Itu merupakan depresiasi ke sekian kalinya yang diterima rupiah di pekan ini. Bak sudah mulai bosan, rupiah akhirnya membalikkan keadaan dengan menempatkan dolar AS ke zona merah.

Hingga pukul 09.37 WIB, rupiah berbalik unggul 0,14% ke level Rp14.240 per dolar AS. Bukan hanya di hadapan dolar AS, rupiah juga menunjukkan keperkasaannya di hadapan dolar Australia (0,03%), euro (0,09%), dan poundsterling (0,10%).

Dilansir dari Warta Ekonomi, pada perdagangan kemarin kesemua mata uang tersebut telah membuat rupiah kesakitan karena tertekan di zona merah secara bertubi-tubi.

Bagaimana tidak, sentimen domestik berupa kerusuhan yang terjadi di Manokwari, Papua, membuat investor ketakutan untuk bermain di aset-aset berbasis keuangan di Indonesia.

Bahkan, mata uang serumpun di Asia juga ikut menekan. Namun, seiring dengan mulai kondusifnya situasi di Papua dan Indonesia, investor mulai percaya lagi untuk mengoleksi rupiah sehingga mata uang Garuda itu bisa naik kelas menjadi salah satu mata uang terbaik di Asia.

Kendati bergerak dengan kecenderungan menguat, rupiah tetap harus waspada terhadap reaksi investor jelang pengumuman kebijakan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia. Kebijakan tersebut akan menjadi pembahasan dalam rapat dewan gubernur BI yang akan diselenggarakan mulai hari ini, Rabu (21/08/2019) hingga Kamis (22/08/2019) esok hari.(ni)
Share:
Komentar

Berita Terkini