Kurang Gizi, Anak 15 Bulan Asal Batang Kuis Butuh Perhatian dari Pemerintah

Anonim
Sabtu, 31 Agustus 2019 - 13:29
kali dibaca
Ist
Mediaapakabar.com- Nazwa, hanya bisa merengek di pangkuan sang ibu, Juli Asmariani, di kediaman mereka di Desa Paya Gambar, Kecamatan Batang Kuis, Deliserdang. Bocah yang baru berusia 15 bulan itu mengalami kekurangan vitamin dan gizi lantaran keterbatasan penghasilan kedua orangtuannya.

Sang ayah, Muhamad Syahrial Effendi, tak dapat berbuat banyak untuk mencukupi kebutuhan gizi putrinya karena memang tak mempunyai penghasilan tetap. Sehari-hari, Syahrial hanya bekerja sebagai pembabat rumput di ladang milik warga.

Penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan itu terkadang hanya cukup buat makan seadanya bagi mereka sekeluarga.

Dilansir dari Metro24 Jam, Sabtu (31/8/219) Juli mengatakan, bayinya itu sebelumnya sudah pernah dibawa berobat ke RSUD Deliserdang. Saat itu, sebagai pasien umum, mereka harus membayar biaya Rp400.000 untuk satu malam.

“Kami gak punya BPJS. Kalau pun harus mendaftar, kami pun rasanya tak mampu untuk membayar iuran tiap bulan. Lepas makan sehari-hari saja sudah syukur kali bang,” tutur Juli sedih.

Akibat kekurangan gizi itu, sang bocah Nazwa kini hanya memiliki berat badan 6 kilogram. Sementara seharusnya, untuk balita seusia itu, setidaknya harus sudah seberat 10 kilogram.

Juli sangat menginginkan agar putrinya itu bisa mendapat perobatan dan perawatan yang layak. Namun, karena ketidakmampuan perekonomian, dia dan sang suami hanya bisa pasrah pada keadaan.

“Terkadang saya menangis melihat keadaan anak saya bang. Saya kepingin sekali memberinya perawatan biar dia bisa tumbuh normal seperti anak lain seusianya. Tapi, kami orang tidak mampu. Kami hanya berdoa dan pasrah. Mungkin sudah nasib kami,” tuturnya sembari mengusap air mata.

Balita Nazwa adalah salah satu contoh warga miskin di Deliserdang yang belum mendapat perharian dari pihak pemerintah setempat. Sang ibu pun berharap, bisa mendapat perhatian dari Bupati Ashari Tambunan maupun dinas terkait.

Terpisah, Kepala Desa Paya Gambar Viktor Silaban, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pasangan orangtua Nazwa adalah warganya. Meski begitu, dia enggan banyak berkomentar. “Memang warga ini kurang mampu. Sudah kami data, tapi terkait punya BPJS kami tidak tau,” jawabnya singkat. (ni)
Share:
Komentar

Berita Terkini