Kisah Seorang Pegawai PLN Saat Pantau Listrik di Hari Raya Idul Adha

Anonim
Minggu, 11 Agustus 2019 - 14:13
kali dibaca
Ist
Mediaapakabar.com- Takbir berkumandang saat pegawai PLN atas nama Wico, pemuda berusia 29 tahun itu nampak sibuk berkomunikasi melalui saluran radio komunikasi sambil memonitor berbagai layar kontrol, Sabtu (10/8/2019). Aktivitasnya itu dilakukan untuk menjaga agar frekuensi listrik terjaga di angka 50 Hz.

“Yang saya kerjakan ini melakukan koordinasi dengan teman-teman operator yang ada di sistem pembangkitan sampai distribusi agar frekuensinya tetap stabil sehingga listrik di rumah pelanggan tetap menyala," kata Wiko Volent, pegawai PLN yang bertugas sebagai operator dispatcher, di sela kesibukannya, Sabtu malam.

Dilansir dari Kompas, Minggu (11/8/2019) dalam proses penyaluran listrik, perannya begitu penting karena harus mengatur operasi sistem dan menjaga keseimbangan antara beban yang disalurkan dan daya yang dibangkitkan, sehingga ia dan teman-temannya harus bekerja 24 jam dengan sistem shift. 

Meskipun tidak bisa merayakan Idul Adha bersama keluarga, ia merasa bangga dengan tugas yang diembannya saat ini. “Saya merasa bangga dengan tugas saya ini karena dapat melayani masyarakat Babel agar listrik tetap menyala, terutama pada momen hari raya Idul Adha ini," katanya. 

Selama masa siaga hari raya Idul Adha, PLN Babel menyiagakan 700 petugas selama 24 jam untuk mengamankan pasokan listrik. Masa siaga Idul Adha Saat ini rata-rata permintaan energi listrik di Pulau Bangka sebesar 151 MW dengan suplai 188 MW.

Sementara permintaan di Pulau Belitung sebesar 42 MW dengan suplai 73 MW.  Selama masa siaga, PLN tidak melakukan pemeliharaan rutin jaringan yang memerlukan penghentian sementara aliran listrik.(ni)
Share:
Komentar

Berita Terkini