![]() |
| Ist |
Dilansir dari CNN Indonesia, Minggu (11/8/2019), berikut kategori perilaku yang menjadi penyebab kronis orang kerap ngaret atau terlambat.
1. Tidak bersimpati dengan orang lain
Bisa saja orang yang hobi ngaret adalah pribadi yang tidak pengertian pada orang lain. Mereka cenderung tidak peduli terhadap efek yang ditimbulkan bagi orang lain yang telah menunggu mereka. Ini adalah gejala egosentris karena hanya memikirkan diri sendiri dan gagal mengambil perspektif orang lain.
2. Melakukan banyak hal sekaligus atau multitasking
Banyak orang menganggap diri mereka sebagai multitasker andal. Mereka percaya bahwa bekerja di bawah tekanan seperti itu akan memberikan hasil yang optimal dan menyingkat waktu bekerja. Namun, penelitian menunjukkan sebaliknya.
3. Mudah beralih perhatian
Selalu ada sesuatu yang lebih menarik daripada bergegas untuk bersiap-siap berangkat ke kantor atau menyelesaikan pekerjaan. Menuntaskan satu putaran video, asyik men-scroll media sosial, membaca artikel atau gosip menarik lainnya, menjadi kendala untuk tidak ngaret.
4. Gagal memperkirakan waktu
Kemungkinan yang lain yakni semacam bentuk kurangnya tanggung jawab. Sebenarnya mereka tahu jam berapa sekarang dan apa yang harus dilakukan, tapi mereka mengabaikannya begitu saja. Awalnya santai karena waktu masih berjalan lama.
Sehingga, fenomena ngaret sebenarnya harus dimulai dari rasa dalam menghargai serta mengelola (time management).
Ingatlah skenario: waktu adalah uang. Tentu saja tidak mungkin selalu tiba tepat waktu. Karena kita tidak dapat mengendalikan keadaan di luar kendali seperti lalu lintas dan kondisi darurat. Maka, solusi untuk benar-benar memperbaiki kebiasaan itu adalah bukan mencari cara agar tepat waktu, melainkan dengan menjadikan setiap detik waktu kita lebih berharga.(ni)
