![]() |
| Bupati Taput Nikson Nababan menerima Boras Natabo dari Direktur Perusda Taput Janpiter Lumbantoruan yang dikemas dalam kemasan 10 kg siap dipasarkan.( foto: Darwin Manalu),doc:apakabar |
Saat ini dikemas dalam kemasan 10 kg dengan harga Rp. 110 ribu, 15 kg dengan harga Rp. 165 ribu dan 30 kg harganya Rp. 330 ribu.
" Berasnya langsung kita jemput dari petani di Kecamatan Sipahutar dan Pangaribuan. Berasnya si Boru Tambun," ujar Direktur Perusda Pertanian Taput Janpiter Lumbantoruan kepada mediaapakabar.com, Rabu (28/8/2019) dikantornya.
Untuk memastikan beras itu produksi lokal Taput, kita bekerjasama dengan Kelompok Tani dan pengecer di masing-masing kecamatan.
Harapan kita, kedepan masyarakat Taput akan mengkonsumsi beras natabo karena asli produk Taput.
Untuk saat ini lanjut Janpiter, beras natabo kita pasarkan dalam jumlah terbatas. Karena beras yang kita kelola masih Boru Tambun.
Bupati Taput Drs Nikson Nababan berpesan agar Boras Natabo benar-benar produksi pertanian Taput.
" Boras Natabo juga harus bisa bersaing dan dipasarkan di swalayan- swalayan," jelas bupati.
" Boras Natabo juga harus bisa bersaing dan dipasarkan di swalayan- swalayan," jelas bupati.
(Win)
