Arist Merdeka Sirait Kunjungi Labuhanbatu Demi Damaikan Koko dan Doni

Anonim
Sabtu, 24 Agustus 2019 - 15:52
kali dibaca
Arist Satukan Koko dan Doni. (Pojok Sumut. Ist)
Mediaapakabar.com- Kisah viral anak yatim siswa SMA Labuhanbatu, Koko Ardiansyah yang gagal dalam seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka),  diduga posisinya digantikan putra Plt Bupati Labuhanbatu, berakhir manis.

Bukan hanya karena Koko mendapatkan lebih dari yang harapkannya, yaitu bertemu Presiden Jokowi, bertugas saat 17 Agustus di Kemenpora, tapi konfliknya juga berakhir damai.

Ini setelah Ketua Umum Komisi Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait turun tangan untuk mempertemukan Koko Ardiansyah dan Doni Ramadhani, Jumat (23/8/2019).

Dalam pertemuan yang dilansir dari Pojok Sumut, Sabtu (24/8/2019) Arist mengingatkan keduanya agar menghilangkan rasa permusuhan dan perselisihan.

Keduanya pun sepakat damai yang ditandai dengan bersalaman lalu berpelukan.

“Saya mengingatkan bukan hanya karena ada kasus yang sempat viral itu. Saya minta hari ini dengan dicabutnya permusuhan tadi itu, berhentilah untuk memanfaat kan isu-isu yang tidak benar ini untuk kepentingan politik orang-orang tertentu, ini saya sampaikan sebagai bagian pembela anak,” ungkapnya.

Arist juga menjelaskan baik Koko dan Doni merupakan generasi muda dari Kabupaten Labbuhanbatu dengan harapan semua cita-cita tercapai.

“Saya mengharapkan Berdasarkan UU Nomor 23 tahun 2002 yang diubah menjadi Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, mengatakan semua orang dewasa tidak dibenarkan melibatkan anak untuk kepentingan politik, kegiatan politik siapapun itu,” bebernya.

Hal terpenting adalah Arist mengingatkan seluruh masyarakat baik yang di Labuhanbatu, warganet tidak menghujat atau bullying kepada Doni khususnya, karena itu merupakan kejahatan anak. (ni)
Share:
Komentar

Berita Terkini