|

Biaya Pemisahan Bayi Kembar Siam Asal Taput Senilai Rp700 Juta

Kali Dibaca

Mediaapakabar.com- Bayi kembar siam dempet perut asal Tapanuli Utara yang diberi nama Adam dan Malik, rencananya akan menjalani operasi pemisahan di RSUP H. Adam Malik, Medan Selasa (23/7). Tim dokter RSUP H Adam Malik memperkirakan, operasi yang dilakukan akan berlangsung minimal 4 sampai 5 jam. Mereka juga berharap operasi tersebut berjalan lancar.
Saat ini kedua bayi sudah mencapai 7 bulan dengan kondisi baik dan berat badan 17 kg, tinggi 65 cm. Meski walnya, tim dokter mengkhawatirkan adanya pembuluh darah yang melintasi tubuh bayi. 

Salahsatu tim dokter dr. Erjan Fikri MKed SpB (K) membeberkan, pada tubuh Adam dan Malik terjadi penyatuan kulit sepanjang 4,2 cm. Karenanya yang menjadi tantangan, lanjut dia, saat dilakukan ditemukan ditemukan darah yang menyebrang dari kedua bayi itu.

Dari hasil kajian yang dilakukan, ternyata pembuluh darah tersebut, hanya ingin menyebrang saja. "Jadi kami simpulkan cukup aman untuk, jadi kalau punuk, masing-masing punya suply sendiri," bebernya.

Tim medis menangani bayi kembar juga memperkirakan lama operasi bayi kembar Adam dan Malik ini menghabiskan waktu minimal 4 hingga 5 jam. “Semua yang kita bahas. Baik atau tidak, kita lakukan analisis. Oleh karena itu kita nilai dulu seluruh organ. Lebih lanjut bertambah usia anak semakin matang organ-organ yang dikeluarkan, "sambung Sekretaris Tim Medis Bayi Kembar Siam Dr Rizky Adriansyah M Ked (Ped) SpA (K).

Sementara Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Haji Adam Malik, dr Zainal Safri SpPD SpJP menyampaikan, operasi memeriksa bayi kembar dilakukan dua hari setelah Hari Ulang Tahun (HUT) RSUP Haji Adam Malik. 

"Sementara untuk biayanya, berada dikisaran Rp600 hingga Rp700 juta, hampir sama dengan operasi yang lalu," ungkapnya.

Lebih lanjut Zainal menjelaskan, lanjut ini persiapan yang dilakukan oleh semua tim di RSUP Haji Adam Malik sudah cukup detail. Sementara masalah biaya, lanjut dia, sama sekali tidak ada diambil dari keluarga bayi kembar siam tersebut, demikian keseluruhannya ditanggulangi oleh pihak rumah sakit dan BPJS.

"Ini sumbangsih yang bertepatan dengan HUT RS Adam Malik. Karena kita harus persiapkan yang terbaik untuk menyiapkan," jelasnya.

Dalam operasi kembar siam ini, rumah sakit kehilangan beberapa dokter ahli. Antara lain, kata dia, yang terlibat adalah dokter spesialis anak, ICU anak, spesialis bedah anak, dokter patologi klinik dan juga spesialis dokter penunjang. "Namun aktor spesialis spesialis bedah anak dan spesialis bedah plastik," terangnya. 

Sementara dr Soeyatharto, SpAN KAP menyebutkan, pada umumnya tentang kondisi Adam dan Malik saat ini baik Karenanya sambung dia, mulai hari ini pasien harus steril, sehingga tidak semua orang harus mengunjungi.

Sementara Ketua Tim Prof DR H Guslihan Dasa Tjipta SpA (K) berharap operasi yang akan dilakukan nanti kiranya dapat berjalan dengan baik. Karena RSUP Haji Adam Malik akan dilaksanakan dengan semaksimal mungkin. "Semoga (operasi) dapat berhasil seperti yang lalu," tandasnya. (Ogi bukit)

Komentar

Berita Terkini