|

Terungkap, Tragedi Kebakaran Mengerikan di Langkat Ternyata Pabrik Mancis Tak Miliki Izin

Kali Dibaca
Kapolda Sumut meninjau lokasi pabrik mancis yang hangus terbakar, Jumat (22/6/2019). Foto: Pojoksumut
Mediaapakabar.com - Tragedi kebakaran mengerikan yang melahap pabrik mancis di Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumut, Jumat (21/6/2019) menguak satu persatu fakta miris.

Satu dianataranya bahwa pabrik itu tak memiliki ijin.

Hal ini dikatakan pengawas Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang meninjau di lokasi kejadian.

“Jadi berdasarkan data kami, pabrik mancis ini tidak memiliki ijin,” kata Pengawas Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Wilayah Medan-Binjai-Langkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Mahipal Nainggolan, di lokasi kejadian, seperti dilansir Sumut Pos.

Mahipal juga mengaku belum mengetahui secara pasti sudah berapa lama pabrik rumahan itu beroperasi. Sebab sejauh ini tidak ada pemberitahuan jika ada industri rumahan di daerah tersebut.

“Berapa lamanya pabrik ini beroperasi kami juga tidak tahu, sejauh ini dari pihak Disnaker dan perangkat di Kabupaten Langkat, belum ada pemberitahuan kalau pabrik ini ada,” tegasnya.

Dia mengatakan pihak Disnaker Provinsi akan melakukan pemanggilan kepada pihak terkait, seperti pengusaha dan perangkat desa. Disnaker akan berusaha mendata perusahaan-perusahaan serupa.

“Kami berharap setiap perusahaan mengurus ijin dan menggunakan alat-alat operasional sesuai SOP di perusahaan yang didirikan,” tegasnya singkat.

Sementara itu, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs. Agus Andrianto yang juga datang ke lokasi menyatakan pemilik pabrik perakitan mancis mengabaikan aspek keamanan dan keselamatan pekerja.

Agus memastikan polisi akan menelusuri pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya insiden tersebut. “Kita akan melakukan penelusuran terhadap pihak-pihak yang bertanggungjawab di pabrik rumahan ini. Karena tentunya mengabaikan aspek pengamanan dan keselamatan,” tegasnya.

“Yang pasti ini kebakaran, tentu sumbernya api, karena pabrik rumahan ini pabrik korek api, tentunya kan akibat gas. Hanya pengusahanya mengabaikan aspek keamanan dan keselamatan,” ungkapnya. (AS)
Komentar

Berita Terkini