Rapimnas DPP LIRA Ke-2 Jadi Forum Konsolidasi Hadapi Pilpres dan Pileg

Admin
Rabu, 11 April 2018 - 12:56
kali dibaca
Rapimnas DPP LIRA ke-2 di Medan, Saat Pemukulan Gong Diwakilkan Oleh DR. Suhajar diantoro
Staff ahli mendagri

Mediaapakabar.com - Dewan Pimpinan Pusat Lumbung Informasi Rakyat (DPP LIRA) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke-2 di Hotel Midani Medan, Sumatera Utara. Rapimnas berlangsung selama 4 hari, dan dimulai pada Selasa 10 sd 14 April 2018.

Beberapa pengurus LIRA hadir, yang terdiri dari Gubernur, Bupati, dan Walikota LIRA se-Indonesia. Hadir pula Ketua Organisasi Sayap (orsap) LIRA. Dan tak ketinggalakan, pengurus DPP LIRA, yang meliputi Olivia Elvira atau Ollies Datau (Presiden LIRA), Budi Siswanto (Sekjen), Habib Aboe Bakar al Habsi (Dewan Pembina), serta beberapa nama lainnya.

Dewan Pembina LIRA, Habib Aboe Bakar al Habsi melalui sambutannya mengatakan bahwa Rapimnas LIRA ke-2 ini merupakan salah satu forum untuk melakukan konsolidasi di tingkat pimpinan untuk menentukan arah gerak organisasi.

“Melalui forum tersebut akan diputuskan berbagai kebijakan strategis. Oleh karenanya,
forum ini memiliki makna yang sangat penting,” kata Habib Aboe Bakar al Habsi, yang tercatat juga sebagai Anggota Komisi III DPR RI.

Rapimnas kali ini, kata dia, merupakan forum konsolidasi internal LIRA dalam menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019 mendatang.

“Sebagai salah satu pembina LIRA, saya berpesan Forum ini harus dapat menentukan sikap LIRA saat Pileg dan Pilpres nanti. Sebagai wadah berkumpulnya para aktivis daerah, LIRA harus dapat membawa misi perubahan yang lebih mengutamakan kedekatan pemimpin dengan warganya,” ujarnya.

walikota Lira Medan Hartono Ewadi dan para tamu undangan
Ditegaskannya, melalui momentum Pileg dan Pilpres, LIRA akan dapat berperan sebagai penyambung suara rakyat. Lebih daripada itu, wadah ini harus dapat menjadi agen perubahan kearah yang lebih baik di setiap tingkatan kehidupan warga.

“LIRA dengan segala kelebihannya harus dapat menjadi katalisator serta dinamisator dalam masyarakat yang majemuk, sehingga kesatuan serta kebhinekaan tidak hanya sekedar selogan lebih daripada itu merupakan tindak nyata dalam sendi kehidupan di masyarakat,” tambahnya.

Oleh karenanya, lanjut dia, setinggi apapun dinamika yang terjadi saat Pileg dan Pilpres nanti, pegiat LIRA harus mampu menjadi unsur perekat di dalam masyarakat. Apalagi untuk Sumut dan 17 Daerah lain yang saat ini akan melaksanakan Pilkada langsung. LIRA harus menunjukkan sikap mempersatukan seluruh komponen dalam masyarakat.

Anggota Lira kota Medan,Daniel Gultom.SH,(Divisi Hukum & HAM),Roni Mulianta,Heri Gun

 “Sebagai salah satu organisasi yang mendukung proses demokratisasi di Indonesia, saya meminta LIRA mendukung kader-kader terbaiknya untuk ikut serta dalam proses kontestasi Pilkada, Pileg ataupun bahkan Pilpres. Akan lebih baik jika kader LIRA dapat menempati posisi strategis dalam pembangunan masyarakat,” tandasnya.

Presiden LIRA, Ollies Datau ikut menjelaskan bahwa dalam Rapimnas kali ini, LIRA akan membicarakan tiga isu sentral yang lagi hangat, yakni Politik, Hukum dan Ekonomi. Sebagai NGO, LIRA akan membantu pemerintah baik itu di pusat maupun di daerah, namun tetap kritis dalam mengawasi jalannya roda pemerintahan.

“Untuk itu dalam memimpin LIRA program kerja menjadi ujung tombak eksistensinya,” jelas Presiden LIRA Olies Datau. (DAN)
Share:
Komentar

Berita Terkini