Dosen Palestina Ditembak Mati di Malaysia Usai Keluar Dari Kediamannya

Admin
Sabtu, 21 April 2018 - 21:50
kali dibaca
Dr Fadi Al Batsh

Mediaapakabar.com - Seorang dosen berkebangsaan Palestina yang mengajar di sebuah universitas swasta di Malaysia tewas ditembak, Sabtu (21/4/2018).

Dr Fadi Al Batsh (35) ditembak salah seorang pria yang membonceng sepeda motor saat sang dosen tengah berjalan kaki di trotoar sekitar pukul 06.00 waktu setempat.

"Tersangka menembak 10 kali, empat peluru mengenai korban di kepala dan tubuhnya. Dia tewas seketika. Polisi juga menemukan dua selongsong peluru di lokasi kejadian," kata Kepala Kepolisian Malaysia, Mazlan Lazim.

Mazlan menambahkan, dosen tersebut juga kerap menjadi imam di sebuah masjid dekat kondominium tempatnya tinggal bersama istri dan tiga anaknya.

Sebuah rekaman CCTV di dekat lokasi kejadian memperlihatkan kedua penyerang menunggu sang dosen keluar dari kondomoniumnya sekitar 20 menit.

"Kami yakin dosen itu memang menjadi target karena dua orang lain yang melintas sebelum korban tanpa mengalami kekerasan," ujar Mazlan.

"Kami akan memeriksa rekaman semua kamera CCTV untuk mengidentifikasi pelaku serta mendapatkan nomor polisi sepeda motor penyerang," lanjut Mazlan.

Mazlah menambahkan, kepolisian kini berusaha mengungkap latar belakang pembunuhan termasuk kemungkinan keterlibatan ISIS.

Sebelumnya, jenazah Fadi dibawa ke RS Selayang dan telah diidentifikasi Kedubes Palestina di Kuala Lumpur.

"Sangat mengejutkan mendengar kabar kematian Dr Fadi. Dia orang baik yang tak memiliki musuh. Dia sosok pendiam dan baik kepada siapa saja," kata Dubes Palestina di Kuala Lumpur, Dr Anwaw H Al Agha.

Kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza, Sabtu (21/4/2018), mengatakan Dr Fadi al-Batsh merupakan anggota yang loyal dan banyak memberi kontribusi untuk ilmu pengetahuan.

Hamas tak memberi penjelasan lebih lanjut soal pencapaian Al-Baths dan hanya mengatakan sang dosen banyak berpartisipasi dalam forum-forum internasional khususnya di bidang energi.

Soal pembunuhan Al-Baths, Hamas tak langsung menuduh Israel dan hanya mengatakan pria itu dibunuh "kaki tangan pengkianat".
Share:
Komentar

Berita Terkini