![]() |
| foto: doc/mediaapakabar.com |
Informasi dihimpun, peristiwa tersebut diduga bunuh diri dengan menggunakan senjata laras panjang SV2 No AC.F 008889 yang digunakan korban.
Disebutkan, anggota Polsek yang tewas tersebut berpangkat Bripka B Iskandar warga Gp Suak Timah Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat.
Tewasnya korban kemungkinan akibat himpitan ekonomi keluarga. Bahkan korban pernah melakukan percobaan bunuh diri pada 2011 karena hutang piutang.
Selain itu juga korban dalam beberapa bulan terakhir terlibat hutang piutang dan kunci gudang senpi inventaris Polsek dipegang oleh korban sebagai Kasium Polsek
Secara singkat diceritakan, pada Selasa (17-04-2018) pukul 15.00 Wib korban mengambil senpi inventaris dan dilihat oleh Bripka Seni Kentara anggota piket.dan Bripka Fikrizal.
Korban mengatakan kepada Bripka Seni.K, " Saya diperintah Kapolsek mengambil senpi untuk mengambil dokumen PAM Bank BRI."
Selanjutnya sampai dengan pukul 18.00 Wib, senpi inventaris Polsek tersebut belum dikembalikan korban.
Berdasar hal itu, Kanit Reskrim merasa curiga karena Senpi Inventaris Polsek belum dikembalikan
korban. Lalu melaporkan hal tersebut ke Kapolsek Samatiga.
Selanjutnya dipimpin Kapolsek dengan membawa 3 personil Polsek mencari korban ke rumahnya di Gp Suak Timah Kecamatan Samatiga, Aceh Barat tepatnya di belakang Kantor Camat.
Namun menurut keterangan mertua dan istri korban, korban ada pulang ke rumah sekira pukul 13.00 Wib. Kemudian pergi dan belum kembali.
Pukul 19.00 WIB tim menuju ke rumah Waka Polres untuk melaporkan dan kordinasi masalah tersebut. Sekira pukul 20.00 Wib, mertua Korban menelpon Kanit Reskrim Polsek Samatiga dan mengatakan korban telah ditemukan dalam keadaan luka berat, kritis menembak dirinya sendiri di TKP.
Masih menurut keterangan mertua korban, setelah Kapolsek mendatangi rumah korban, dirinya pergi ke kebun mencari korban dan menemukan korban berada di pondok sawah kebun dalam keadaan pintu pondok terkunci dari dalam.
Mertua korban pun memanggil korban, "Is, Is, ini bapak buka pintu."
Bersamaan dengan itu, mertua korban mendengar suara letusan senpi. Dia pun terus memanggil nama korban namun pintu tak kunjung dibuka.
Lalu mendobrak pintu belakang dan melihat korban dalam posisi terlentang kepala mengeluarkan banyak darah dan posisi senjata disamping korban dengan arah laras mengarah ke kepala korban. (red)
