![]() |
| foto: Surbakti/Mediaapakabar.com |
" Memang beberapa hari terahir ini gunung kita ini terlihat begitu tenang dan tidak takut kita mendekatinya , tapi jangan kita heran, bisa bisa nanti bisa meletus tiba tiba macam bulan 2 kemarin," kata Andreas Tarigan saat ditemui di Desa Sukandebi, Kamis (22/03/2018).
Menurut warga Desa Kuta Tonggal Kecamatan Namanteran itu, kondisi Sinabung yang tampak tenang itu bila tidak waspada akan menjadi petaka. Seperti yang pernah dialaminya pada saat berada di kebun.
" Kemarin kan begitu , saya sedang nyemprot kol kita di ladang, terus tiba tiba ada suara gemuruh begitu besar seperti suara peswat , trus kupandang ke puncak gunung , hembusan asap yang begitu tinggi , ahirnya pompaku tadi pun kulemparkan dan terus aku lari ke jalur evakuasi," terangnya.
Dibagian lain, anggota TNI dan Polri tetap memantau ke zona merah yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Kabupaten Karo melalui BMKG dan BPBD.
Dari pantauan mediaapakabar.com pada siang hari memang gunung sinabung terlihat cerah dan sangat tenang ,
Dandim 0205/TK Letkol Taufik Rizal Batubara selaku Dansatgas Sinabung ketika dikonfirmasi lewat seluler, status gunung saat ini masih di level 4 dan bersatus awas.
" Walau beberapa hari ini terlihat begitu tenang, kita tetap patroli ke zona merah , siapa tau nanti ada masyrakat mekakukan aktifitas di zona merah, makanya saya suruh anggota trus patroli," katanya.
Sebab, lanjutnya, jangan sampai seperti kejadian pada 19 Februari lalu, dimana tatapan ke gunung tetlihat tenang.
" Bahkan banyak warga tak sangka gunung itu meletus begitu besar mengakibatkan sebagian kecamatan di Karo menjadi gelap. Teringat kejadian itu , makanya tetap kita pantau ke zona merah ini," jelasnya. (sbti)
