Karir Kapolda Sumut, Dari Tugas Di Timor Timur Hingga Naik Pangkat Secara Ajaib

Media Apakabar.com
Rabu, 28 Maret 2018 - 09:58
kali dibaca
foto- internet

Mediaapakabar.com--Hidup itu memang betul penuh misteri, tidak ada kemampuan manusia untuk mengatur jalan hidup ini. Hanya Tuhan yang Maha Kuasa, Maha Besar dan Maha Tahu tentang itu semua.

Hal itu dikatakan Kapolda Sumut Irjen Irjen Paulus Waterpauw karena saat dirinya Pama dan tugas di Timor Timur hanya berbekal uang saku Rp 12.500 perhari. 

Untuk makan saja harus cathering dan biayanya sudah Rp12 Ribu jadi sisa Rp 500 rupiah dan itu dilaluinya selama 8 bulan.“Saya rasa semua yang ada di sini (Polda Sumut) tidak pernah mengalami hal seperti yang saya alami,”katanya seperti dikutip dari media online ternama di Medan, Tribun-medan.com, Senin (26/3/2018).

Tapi dalam pikiran orang nomor satu di Polda Sumut ini ada Tuhan yang mengatur semua rencana dan berujung indah.“Alhasil, doa saya didengar Tuhan dan akhirnya uang saku disamakan dengan kawan-kawan yang di TNI yaitu sebesar Rp 125 Ribu. Ini merupakan rahasia Tuhan yang saya syukuri,” ujarnya.Sama halnya dengan jabatan yang juga merupakan kuasa Tuhan Sang Pencipta Alam.

Maka dari itu, kata Irjen Paulus, kawan-kawan yang belum punya jabatan harusnya ditingkatkan kinerjanya.“Kita polisi, ya Polisi yang kerja. Kita punya fungsi dan wewenang masing-masing. Maka dari itu bekerjalah sesuai tupoksi dan bersungguh-sungguhlah dalam bekerja,”katanya.Lulus PTIK dirinya dapat tugas di Kalimantan Tengah dengan jabatan PJs Kasat OPS.

“Saya menduduki jabatan itu karena angkatan 67 yang menduduki posisi itu sedang sakit. Saya bekerja sungguh-sungguh. Dalam waktu empat bulan saya diusulkan pimpinan untuk menduduki jabatan di intelijen. Usulan itu pun bergerak dan saat keluar Telegram (TR) yang mengharuskan saya menduduki jabatan menjadi asisten intelejen. 

Tapi bukan di Polda Kalteng, melainkan di Mabes Polri,” ujarnya.Ia mengaku selama jadi asisten intelejen dirinya selalu bekerja pagi dan pulang malam bahkan sampai larut malam.“Dalam waktu cepat, TR saya turun dan diminta menjadi Kapolsek Metro Menteng. Di sini saya juga bekerja sampai malam. Di sini yang saya bingung. Baru tiga bulan menjadi Kapolsek, saya disuruh tugas menjadi Wakapolres Tangerang. 

Ini suatu keajaiban yang saya syukuri,”katanya.Sebelum itu, kata Kapolda, Mabes Polri bilang apakah berminat jadi Wakapolres Tangerang?“Saya menjawab, yang mau jadi Wakapolres siapa? Tapi kalau itu usulan dari pimpinan, kenapa tidak,”ujar Irjen Paulus.Diakuinya, saat Sespim dirinya sudah tahu kalau dirinya lulus Sespim.“Setelah itu saya jadi Kapolres di Jayapura dan tiba-tiba saya disuruh menduduki jabatan di DitReskrim Polda Jayapura. Ini misteri yang saya maksud. Tapi terjadi, kenapa?” tanya Kapolda.Karena, sambung Kapolda, kata kuncinya bekerja. 

Memang ini tidak masuk akal, tapi dampaknya sangat menakjubkan karena bekerja dengan sungguh-sungguh.Tiga tahun Ditreskrim terus dipindah ke Mabes Polri dan saat itu dirinya sudah menjadi Kombes.“Tapi kembali di Mabes saya gak ada jabatan. Alhasil saya harus terus ikut piket. Hari ini piket, tiga hari kemudian piket lagi. Itu biasa. 

Saya bekerja dengan tulus tanpa ada prasangka buruk dan saya tanam dalam hati kalau hal ini (piket) itu merupakan hal yang biasa,”katanya.Sampai-sampai, kata Irjen Paulus, ada Pamen Pati yang bertanya ke dirinya.“Kok piket lagi, tapi semalam piket juga. Saya bilang, ada sprint yang menyatakan saya harus piket, jadi ya saya piket,” ujar Waterpauw.Diakuinya, pihaknya merasa heran ketika teman-teman mengucapkan selamat kepada dirinya karena mendapat TR yang menyatakan dirinya menduduki jabatan Brigjen. Sungguh ajaib.

“Teman-teman ucapan selamat ke saya. Saya bingung. Karena saya belum Pati tapi kok bisa Brigjen,” katanya.“Jadi saya berpikir, dengan bekerja sungguh-sungguh dan mencintai pekerjaan di mana kita disuruh,” ujarnya seraya menyatakan karena hal itu merupakan penilaian dari pimpinan.Diakuinya, menyesal kemudian tiada artinya itu betul.Kemarin, katanya, dirinya dipanggil Kapolri dan dibilang tingkatkan lagi kinerja karena mendekati Pilkada. Jadi, sambungnya, dirinya membentuk tim dan membuat pola keamanan jelang pilkada.“Perlu diingat, Komunikasi itu penting. kalau ada sesuatu hal itu bisa diupayakan karena komunikasi,” katanya.(trb)
Share:
Komentar

Berita Terkini