Asap Dan Sisa Pembakaran Serbuk Kayu Pabrik Sesakkan Nafas Warga

Media Apakabar.com
Rabu, 07 Maret 2018 - 18:26
kali dibaca

Mediaapakabar.com--Asap dan serbuk kayu sisa pembakaran pabrik PT Furnilux Indonesia berada di Jalan Jalinsum Medan-Tebing Tinggi, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Serdangbedagai (Sergei), mengakibatkan polusi udara pada warga sekitar. 
Salah seorang warga, Ramses (31) mengaku, akibat asap pabrik dan serbuk kayu sisa pembakaran pabrik tersebut udara di sekitar pemukiman warga menjadi buruk apabila menghirup udara. 
Apalagi bagi para anak karena sudah ada yang menderita ispa (pergangguan pernapasan). 
" Kami sudah lama merasakan ini, karena sudah banyak yang terkena efeknya terutama anak-anak kami, terkadang tidak berani untuk beraktivitas diluar rumah karena abunya sangat berdampak buruk terhadap kesehatan," katanya, Rabu (07/03/2018). 
Padahal, lanjut Ramses, informasi dari Developer Perumahan TBW, apabila keberatan terhadap pabrik tersebut maka kegiatan harus ditutup atau diberhentikan. 
"Kami berharap agar Pemkab Sergei melalui dinas terkait untuk memperhatikan aspirasi masyarakat dengan memberikan solusi terbaik," tandasnya.
Ditambahkan D. Sitinjak (33) warga yang sama, anaknya juga sudah terserang batuk diduga akibat asap pabrik dan serbuk kayu yang selama ini yang sangat meresahkan masyarakat sekitar khususnya perumahan TBW Sei Rampah. 
" Sudah 3 Minggu ini anak ku batuk dan terkadang juga gatal-gatal, kalau bisa secepatnya ini ada solusi dari pihak terkait," katanya dengan nada kesal. 
Menurut dia, kalau bisa pabrik itu dipindahkan karena disini kawasan perkotaan. harus ada solusinya juga, kekecewaan warga selama ini berdampak terhadap kesehatan sangat buruk. 
Riski (29) dan J.Manurung (33) juga merasa keberatan atas beroperasinya pabrik PT.Furnilux Indonesia karena sudah meresahkan warga dan berharap secepatnya ada solusi terbaik agar kesehatan dan aktivitas tidak terganggu karena sekitar pabrik tersebut sudah menjadi perumahan jadi warga semakin banyak mendapat kena dampak buruknya. 
" Karena cerobong pembakaran serbuk kayu tersebut mengeluarkan asap yang diduga itulah penyebab Ispa dan gatal-gatal mengganggu kesehatan warga,"ungkapnya. 
Ketika dikonfirmasi mewakili pihak PT.Furnilux Indonesia, Syahrial kepada awak media mengatakan, kalau tanpa ada izin perusahaan tidak bisa bekerja. 
" Karena kalau tidak ada izin mana mungkin perusahaan kami berdiri dan beroperasi. Setiap tiga bulan sudah diadakan pengecekan dan kelayakan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sergei," sebutnya. 
Namun saat ditanya, terkait polusi udara dan serbuk kayu yang meresahkan warga sekitar tersebut. Dirinya menjawab, " Kalau masalah polusi udara itu, masyarakat bukan mengeluh ke perusahaan namun langsung saja ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sergai," tandasnya pada wartawan.  (wil)

Share:
Komentar

Berita Terkini