Mediaapakabar.com--Letusan dan semburan api kembali memancar dari Gunung Sinabung pada Minggu (25/02/2018) sekira pukul 20.54 Wib.
Saksi mata warga, Erianto Perangin-angin kepada mediaapakabar.com melalui Whatsapnya mengatakan, saat berada di luar rumah dia melihat cahaya terang.
" Saya kebutulan malam ini berada di luar. Terus karena malam ini sangat begitu terang, mata saya mengarah ke Gunung Sinabung, ada letusun yang begitu besar pada pukul 8.54 wib malam," ucap Erianto yang juga pengurus di LSM Mata Karo
Menurutnya, dia saat itu berada di Tiga Binanga, abu di wilayah tersebut tebal. Lalu dirinya meminta kepada mobil Damkar agar menyirami pemukiman warga dari abu vulkanik.
Petugas BMKG yang berada di desa Ndokum Siroga Kecamatan Simpang Empat, Armen Putra ketika dikonfirmasi, membenarkan kejadian itu.
" Betul, pada pukul 8.54 wib malam, Gunung Sinabung kembali erupsi. Ada pun ketingian abu vulkanik, menurut pengamatan BMKG sekitar 3800 meter arah angin dominan ke selatan barat daya dan lama gempa sekitar 687 detik, am 57 mm," katanya.
Lebih lanjut ia menambahkan, untuk itu kembali pihaknya mengingatkan agar warga yang ada di bawah kaki Sinabung jangan mendekati zona merah karena sampai saat ini Sinabung masih bersetatus awas di level IV.
" Pihak BMKG terus berkoordinasi dengan BPBD Karo tentang bahaya Sinabung ini, khususnya di Sungai Lau Borus, kami menghimbau agar jangan ada aktivitas di dekat sungai tersebut " imbuh Armen. (rzl)
