|

Geger, Masjid Al-Safar Karya Ridwan Kamil Dituduh Simbol Illuminati dan Dajjal

Kali Dibaca
Masjid Al-Safar Bandung. (Instagram)
Mediaapakabar.com - Masjid Al-Safar di rest area KM 88 ruas jalan tol Purbaleunyi Bandung menjadi perbincangan publik. Sebab, beredar video yang mengulas tentang masjid rancangan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil tersebut.
Dalam ulasannya, si pembuat video menyebut Masjid Al-Safar menyerupai segitiga illuminati dan mata satu yang merupakan simbol Dajjal.
“Ini pintu masuknya, dan lihat ini segitiga semua. Nyaris segitiga semua. Bahkan ketika masuk ke dalam, ini segitiga, satu mata. Maka, ketika kita salat, sebetulnya kita menghadap siapa? Menghadap Allah atau segitiga satu mata?” kata pria itu dalam video tersebut.
Video tersebut menuai pro kontra. Si pembuat video dituding terlalu lebay mengaitkan masjid rancangan Ridwan Kamil dengan simbol Dajjal.
Masjid Al-Safar Bandung
Masjid Al-Safar Bandung. (Instagram)
Pandangan si pembuat video juga dianggap aneh. Sebab, masjid yang diarsiteki Ridwan Kamil dan Urbane Indonesia itu masuk dalam daftar nominasi atau nominator masjid berasitektur terbaik di Arab Saudi.
Selain Masjid Al-Safar, ada dua masjid rancangan Ridwan Kamil lainnya yang juga masuk dalam daftar nominasi Abdullatif Al Fozan Award 2019 di Arab Saudi.
Kedua masjid itu yakni Masjid Al Irsyad di Kota Baru Parahyangan dan Masjid Raya Sumatera Barat di Padang.
Melansir Pojoksatu.id, CEO Urbane Indonesia Reza Achmed Nurtjahja menceritakan awal mula masuknya tiga desain masjid rancangan Ridwan Kamil masuk dalam nominator Abdullatif Al Fozan Award 2019.
Tahun lalu, kata Reza, ada pihak yang menghubungi dan memintanya mengirimkan desain masjid rancangan Urbane Indonesia.
Menurut Reza, ada lima masjid di Indonesia yang masuk dalam daftar nominasi Abdullatif Al Fozan Award 2019 di Arab Saudi tahun 2019. Tiga di antaranya merupakan masjid rancangan Ridwan Kamil dan Urbane Indonesia.
“Mungkin lihat desain masjid itu dari internet. Kita ngirim beberapa rancangan yang pernah dibuat, disortir 3 besar ini. Indonesia ada 5 masjid yang masuk nominasi,” kata Reza, seperti dilansir Detik.com, Jumat (31/5/2019).
Masjid Al-Safar Bandung. (Instagram)
Masjid Al-Safar Bandung. (Instagram)
Reza menjelaskan desain tiga masjid tersebut memiliki filosofi masing-masing. Pertama Masjid Al Irsyad dirancang mirip dengan kubus karena dianggap lebih efisien. Masjid yang dibangun 2009 lalu itu, mampu menampung 1.000 jemaah.
“Konsep awalnya sebenarnya menyederhanakan bangunan masjid sehingga benar-benar fungsional dan nyaman,” ucap dia.
Masjid Al Irsyad sengaja mengusung konsep terbuka karena ide awalnya membingkai alam sebagai latar belakang mihrab atau tempat imam. Arah kiblat Masjid ini diciptakan dengan konsep terbuka langsung menghadap ke pemandangan alam.
“Berbagai penghargaan sudah diterima berkat konsep masjid ini,” jelas dia.
Masjid Al-Safar Bandung. (Instagram)
Masjid Al-Safar Bandung. (Instagram)
Sementara itu, Masjid Al Safar juga lagi-lagi dirancang tanpa kubah. Keunikannya terdapat pada bentuknya yang asimeteris hingga banyak yang menyebut desain bangunan ini mirip ikat kepala masyarakat Sunda.
“Kenapa bentuknya miring seperti itu, sebetulnya karena berada di dalam tol yang monoton. Kami ingin meletakkan masjid itu ke arah depan dengan diagonal sehingga mereduksi sedikit bentuk jalan tol,” ujar Reza.
Yang terakhir Masjid Raya Sumatera Barat karya Rizal Muslimin salah satu arsitek di Urbane Indonesia. Untuk desain atap masjid, bentuknya bukan semata-mata menduplikasi bangunan lokal melainkan terinspirasi dari peristiwa peletakan batu Hajar Aswad.
Desain tersebut menggambarkan bentuk bentangan kain yang digunakan untuk mengusung batu. Ketika itu empat kabilah suku Quraisy berselisih pendapat mengenai siapa yang berhak memindahkan batu Hajar Aswad ke tempatnya semula.
“Jadi bentuknya seperti kain terus dibentangkan. Filosofinya berarti keadilan dan tidak ada yang menang sendiri,” ujar Reza. (AS)
Komentar

Berita Terkini