|

300 Ribu Warga India Dievakuasi Bersiap Hadapi Badai Siklon

Kali Dibaca
Peta India. Foto: Google Map
Mediaapakabar.com - Setelah sebelumnya diterjang serangan gelombang panas, India kini bersiap untuk menghadapi ancaman yang datang dari badai siklon parah.

Topan Vayu, badai siklon yang membawa angin berkecepatan 135 kilometer per jam, saat ini berada di Laut Arab.

Namun diperkirakan akan tiba di negara bagian Gujarat, India barat dalam waktu dua hari, kata pihak berwenang, pada Selasa (11/6/2019).

Demi mengantisipasi adanya korban jiwa, pemerintah negara bagian Gujarat menginstruksikan untuk evakuasi sekitar 291.000 orang keluar dari jalur badai siklon.

"Pengumuman terbaru dari departemen cuaca memperkirakan topan Vayu akan mencapai daratan India pada dini hari tanggal 13 Juni," kata pejabat senior negara bagian Gujarat, JN Singh, seperti yang dilansir Kompas.com.

"Kami mengidentifikasi sekitar 291.000 orang yang tinggal di kawasan dataran rendah di 10 distrik pantai akan dievakuasi mulai Rabu (12/6/2019) sore," ujarnya.

"Selain itu, selutuh sekolah dan perguruan tinggi di distrik pesisir Saurashtra dan Kutch akan tutup pada tanggal 12 dan 13 Juni sebagai tindakan pencegahan," tambahnya.

Singh menambahkan, sekitar 67 rumah singgah telah disiapkan untuk menampung dan mengakomodasi warga yang dievakuasi.

Dilansir AFP, prakiraan cuaca menyebut badai Vayu yang merupakan badai siklon Laut Arab akan sampai di wilayah Gujarat pada Kamis (13/6/2019) dan membawa angin kencang serta hujan lebat.

Angin badai siklon yang berhembus hingga 135 kilometer per jam itu kemungkinan bakal merusak rumah jerami, menerbangkan atap rumah, mengganggu pasokan listrik dan komunikasi, serta menyebabkan kerusakan parah di jalan dan tanaman. Demikian menurut Departemen Meteorologi India (IMD).

Badai yang saat ini meluncur ke barat laut sejajar dengan pantai India itu juga diperkirakan akan menarik uap air dari awan hujan tahunan yang sangat dibutuhkan.

Musim hujan telah mencapai negara bagian Kerala barat daya minggu lalu setelah terlambat beberapa hari dari perkiraan awal.

Menurut IMD, hampir setengah wilayah India mengalami kondisi kekeringan dan suhu tinggi selama beberapa waktu terakhir akibat kurangnya curah hujan pramusim, yang berdampak pada lebih dari 500 juta warga India di utara.

Serangan gelombang panas juga telah menyebabkan suhu udara naik hingga lebih dari 50 derajat celsius di negara bagian utara, Rajasthan. (AS)
Komentar

Berita Terkini