|

Megawati Minta ke Jokowi Posisi Mendag untuk Tokoh Muhammadiyah dan NU Mensos

Kali Dibaca
                                            Paslon nomor urut 01, Joko Widodo dan Maruf Amin.
Mediaapakabar.comPresiden Jokowi Widodo atau Jokowi kemungkinan besar akan merangkul dua organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, yakni NU dan Muhammadiyah. Tokoh NU dan Muhammadiyah bakal masuk dalam jajaran kabinet baru nanti.
Hal tersebut dikatakan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto di kantor PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, seperti yang dilansir Pojoksatu.id, Minggu (26/5/2019).
Hasto masih ingat ketika Jokowi bertemu Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri pada 2014 lalu. Saat itu, Megawati berpesan kepada Jokowi agar mengangkat kader Muhammadiyah dan NU sebagai menteri.
“Saya masih ingat ketika Pak Jokowi berkonsultasi kepada Bu Mega tentang susunan kabinetnya pada 2014. Bu Mega berpesan pada Pak Jokowi untuk kembalikan Islam kepada jalan perdagangan, pada jalan ekonomi umat itu,” ucap Hasto, Minggu (26/5/2019).
Dikatakan Hasto, berdasarkan saran dan pertimbangan dari Megawati, maka Jokowi menganggap kader Muhammadiyah layak menjadi Menteri Perdagangan (Mendag).
“Muhammadiyah sebaiknya memegang Menteri Perdagangan agar membantu membasmi ketidakadilan dan mengembalikan kepada rakyat Islam yang membangun perekonomian rakyat,” kata Hasto.
Jokowi juga sempat menanyakan porsi NU dalam kabinetnya. Kata Hasto, Megawati berpesan agar NU menjadi Menteri Sosial (Mensos).
Menurut Hasto, kalau berbicara orang miskin akibat ketidakadilan selama Orde Baru, maka yang sering diperlakukan tidak adil adalah orang Islam khususnya, Nahdliyin dan PDIP Marhain.
“Maka Bu Mega berpesan jadikan orang NU untuk ngurusin rakyat misalnya untuk kementerian kesejahteraan sosial misalnya seperti itu,” bebernya.
Usulan itu, lanjut Hasto, didasari sejarah Islam masuk ke Indonesia melalui proses kulturalisasi dan jalan damai. Kendati demikian, semua keputusan ada di tangan Jokowi.
“Kita yakini bersama Islam masuk ke Indonesia masuk proses akulturasi kebudayaan dengan jalan damai. Dan inilah jadi semangat kita bersama untuk membangun optimisme di masa depan. Bahwa pancasila mampu bersemesta dengan baik dan seluruh agama,” katanya.
Lebih lanjut saat ditanyakan usulan tersebut akan diambil dalam pemimpin Jokowi dua periode ini, Hasto kembali menegaskan kalau itu hak dari mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
“Kalau susunan kabinet boleh saja beredar usulan usulan wajar namanya orang berikan aspirasi tapi jumlah menteri kan terbatas maka Pak Jokowi akan memilih yang terbaik,” pungkasnya. (AS)
Komentar

Berita Terkini