|

Dr Taufan Sebut Kematian Petugas KPPS Rekor Dunia dan Lebih Dahsayat dari Flu Burung

Kali Dibaca
PEtugas KPPS. Foto: Jawapos
Mediaapakabar.com - Kematian petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) menjadi sorotan para dokter spesialis tanah air.
Sejumlah dokter menilai, kematian 456 petugas KPPS agak janggal. Karena itu, mereka mendesak dibentuknya tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk mencari tahu penyebab kematian ratusan petugas KPPS.
Dokter Spesialis Bedah Saraf, dr. Taufan Budi Setyolaksono, Sp.BS menilai, kematian petugas KPPS menjadi rekor dunia mengalahkan flu burung di Indonesia.
“Kematian petugas KPPS yg menjadi Rekor Dunia. Lebih Dahsyat dari Flu Burung di Indonesia yg menggegerkan dunia (110 korban meninggal dunia),” kata dr Taufan di akun Twitter miliknya, @DrTaufan1.
Ia menyebut, sebagian petugas KPPS meninggal setelah muntah darah. Kondisi itu tidak ada kaitannya dengan kelelahan yang selama ini dianggap sebagai penyebab kematian petugas KPPS.
“Bbrp mengalami muntah darah. Tak ada kaitan muntah darah dgn kasus kelelahan. Zat yg mengiritasi mukosa lambung spt obat aspirin dan zat2 lain bisa menyebabkan perdarahan lambung,” kata dr. Taufan, Kamis (9/5).
Dokter Taufan 1
Terpisah, sejumlah dokter spesialis dari perwakilan Komunitas Kesehatan Peduli Bangsa, mendesak dibentuknya tim gabungan pencari fakta (TGPF).
Tim itu nantinya akan mencari tahu sebab musabab terus bertambahnya petugas KPPS, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan anggota Polri, yang gugur.
Dokter Bakta Iswara mengatakan, TGPF nantinya akan diisi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Himpunan Dokter Ahli, persatuan rumah sakit, dan fakultas kedokteran di seluruh kota.
“Saya kira ini kerja sama, karena ini persoalan yang tidak sederhana. Kami menangkap adanya spontanitas dari para dokter ini karena kami menangkap tidak ada kehadiran dari negara, seolah-olah ini biasa,” tuturnya di Elza Syarief Law Office, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019). (AS)
Komentar

Berita Terkini