|

Calon Presiden Jokowi Sindir Prabowo-Sandi Tak Paham Ekonomi Makro

Kali Dibaca
Calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin saat debat terakhir Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Mediaapakabar.com-Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam debat terakhir Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 menyindir pemahaman Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno soal pengelolaan ekonomi makro. Jokowi menyebut kebijakan ekonomi makro tidak diambil berdasarkan keluhan satu atau dua orang.

Hal ini ia lontarkan tatkala Prabowo dan Sandi mengkritik beberapa kebijakan yang pernah dikeluarkan Jokowi selama memerintah.

Kritik salah satunya berkaitan dengan tarif listrik, impor dan harga kebutuhan pokok yang tinggi. Kritik juga disampaikan terkait defisit neraca perdagangan yang tinggi.


Dalam kritik tersebut, Sandi sempat menggunakan ilustrasi dengan memakai keluhan seorang ibu bernama Nia asal Tegal yang mengeluhkan tagihan listrik tinggi sampai di atas Rp1 juta.

Jokowi mengatakan kebijakan ekonomi tidak boleh hanya didasarkan pada keluhan satu atau dua orang saja. Kebijakan harus dilakukan dengan melihat aspek makro.

"Makroekonomi itu harus melihat sisi penawaran dan permintaan secara agregat. Tidak bisa seperti yang disampaikan (Pak Sandiaga), ibu ini, ibu itu. Tidak bisa kebijakan empat orang dijadikan patokan kebijakan. Ini ekonomi negara, sangat berbeda dengan ekonomi mikro," katanya Sabtu (13/4).

Namun tanggapan Jokowi tersebut dibalas Sandiaga. Menurutnya, keluhan yang dilontarkan warga kepadanya baru beberapa saja yang disampaikan. 

Sandi mengatakan banyak suara yang ia terima dari masyarakat yang mengeluhkan harga barang kebutuhan pokok dan tarif listrik saat ini mahal. 

"Secara agregat ini disampaikan oleh mereka, ibu-ibu mengeluh harga bahan pokok mahal, ini fakta. Di atas kertas angkanya baik-baik saja, tapi ini tidak yang saya temui. Masyarakat inginkan perubahan pengelolaan ekonomi," jelas dia.(cnnindonesia)
Komentar

Berita Terkini