|

Bupati Madina Mundur Usai Prabowo Menang, Hasto Kristiyanto: Kami yang Bertanggung Jawab

Kali Dibaca
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Foto: Pojoksatu.id
Mediaapakabar.com Mundurnya Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara disebut-sebut lantaran kekalahan atas Prabowo-Sandi direspon Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf.
Sekretaris TKN Jokowi-Maruf, Hasto Kristiyanto pun angkat bicara terkait keputusan mengejutkan Dahlan Hasan Nasution tersebut.
Hasto menyatakan, pihaknya masih masih akan berkonsutasi dengan pihak terkait untuk menyikapi sikap Dahlan.
“Kami akan konsultasikan dulu, tentu saja saya juga belum melihat secara detail masalah ini. Kami melakukan konfirmasi terlebih dahulu,” ujar Hasto dikutip dari RMOL, Minggu (21/4/2019).
Pria yang juga Sekretaris PDIP itu juga menegaskan, bahwa kemenangan atau kekalahan pasangan 01 di suatu wilayah bukan merupakan tanggung jawab dari pejabat daerah setempat, melainkan tanggung jawab dari tim kampanye.
Sementara Bupati Dahlan, kata Hasto, bukan bagian dari tim kampanye. Baik di tingkat nasional maupun daerah.
“Jadi kalau ketentuan UU kan kepala daerah enggak boleh jadi ketua tim pemenangan, hanya jadi pengarah,” jelasnya.
Atas dasar itulah, pihaknya tak membebankan hasil perolehan suara pasangan patahana itu kepada kepala daerah setempat.
“Karena itulah yang bertanggung jawab memenangkan atau tidak secara formal adalah tim kampanye itu sendiri. Karena itu, kami yang bertanggung jawab,” tutur Hasto.
Sementara Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sudah membenarkan adanya surat pengunduran Dahlan tersebut, tetapi dia menyebut surat Dahlan salah alamat.
“Secara prosedural, alamat surat ini tidak tepat. Harusnya ditujukan kepada DPRD, untuk selanjutnya diteruskan kepada Mendagri melalui Gubernur Sumut,” kata Tjahjo.
Sebelumnya, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution yang dikonfirmasi, tak menampik perihal surat yang telah beredar dan membuat heboh itu.
Dengan suara sedikit serak ia mengakui bahwa surat tersebut memang sengaja ia buat.
“Ia benar,” jawabnya dikutip PojokSatu.id dari Jawapos.com, Minggu (21/4/2019).
Isu yang beredar, mundurnya Dahlan dari kursi orang nomor satu di Madina, Sumut itu lantaran perolehan suara Jokowi-Ma’ruf kalah dibanding Prabowo-Sandi.
Namun isu tersebut dibantahnya. Ia menegaskan, keputusan meninggalkan jabatan bupati itu lantaran karena pertimbangan dirinya sendiri.
“Endak ada (berkaitan dengan perolehan suara Jokowi-Ma’ruf). Kan berhak saya memohon. Ya, dari saya, diri sendiri,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan, dalam mengambil keputusan itu dirinya tidak memberitahukan kepada pihak partai yang menaunginya.
Dahlan sendiri juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai NasDem Madina.
Terkait keputusan pengunduran dirinya, lanjut Dahlan, dirinya menyerahkan semuanya kepada Presiden Jokowi.
“Kita serahkan kepada Pak Presiden saja ya,” tutupnya. (AS)
Komentar

Berita Terkini