|

Viral Video Anak SD Diusir Ibunya dari Mobil Mulai Terkuak, Ternyata Gara-gara Masalah Ini

Kali Dibaca
Anak diusir dari dalam mobil di Malang. Foto: Istimewa
Mediaapakabar.com - Penyebab anak SD diusir ibunya dari mobil hingga terkapar di tepi jalan mulai terkuak. Kabarnya, sang ibu marah lantaran anaknya tidak mau ikut les.


Insiden tersebut terjadi Kota Malang, Jawa Timur. Korban adalah murid SD/MI salah satu sekolah swasta di Tunggulwulung, Lowokwaru, Kota Malang.
Video anak SD diusir ibunya dari mobil viral di media sosial sejak Rabu (27/3). Salah satu pengguna Twitter yang membagikan video tersebut yakni @notannette.
Di kolom komentar, seorang netizen @menghanyurkan mengatakan, korban adalah teman sekolah adiknya.
Ia mengaku mendapat informasi bahwa si ibu mengusir anaknya keluar dari mobil karena tidak mau ikut les.
“Jadi dia nggak mau les, trus sama mamanya dipaksa dan ditendang keluar dr mobil,” komentar akun @menghanyurkan.
Anak SD diusir dari mobil oleh ibunya
Sementara itu, dari pendalaman Cyber Crime Polres Malang Kota (Makota) terungkap identitas anak SD yang ada dalam video viral tersebut.
Dari seragam sekolah yang dipakainya, diketahui jika korban adalah murid salah SD/MI salah satu sekolah swasta di Tunggulwulung, Lowokwaru, Kota Malang.
Kasubag Humas Polres Malang Kota, Ipda Marhaeni yang dikonformasi, tidak menampik, tapi juga tidak mengiyakan.
“Nah itu tahu, saya rasa media lebih tahu lah, kan lebih militan, ya nanti lah tunggu info lanjutan resmi dari laporan anggota kita di lapangan dulu,” kata Marhaeni, seperti dilansir Radar Malang, Jumat (29/3).
Melansir Radar Malang, berdasarkan pantauan sekolah tempat korban menimba ilmu. Namun kepala sekolah tidak bisa ditemui.
“Lagi keluar kalau kepala sekolahnya Mas, jarang kesini orangnya,” kata Mustangin, satpam di sekolah tersebut.
Video anak diusir dari dalam mobil oleh ibunya di Malang, Jawa Timur
Mustangin juga menampik kabar ketika ditanya siswa dalam video tersebut adalah siswa SD yang bersekolah di tempat itu.
Ia mengelak dengan mengatakan jilbab siswi yang ada di dalam video dengan jilbab siswi di SD tersebut berbeda.
“Kalau di SD sini kan ada tulisannya di belakang jilbab anak. Di video saya lihat tidak ada,” tutupnya.
Kasus ini sendiri sedang dikembangkan Polres Malang Kota dengan mengeluarkan kekuatan penuh gabungan tim cyber dan tim Reskrim yang sedang mengumpulkan data di lapangan. (AS)

Komentar

Berita Terkini