|

Pemprovsu Apresiasi Deklarasi Anti Hoax Dan Kekerasan

Kali Dibaca
Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Musa Rajekshah menghadiri Deklarasi Anti Hoax dan Anti Kekerasan yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Sumut, di Gedung Serba Guna Pemprovsu, Jalan Williem Iskandar, Deli Serdang, Senin (25/3/2019).
Mediaapakabar.com-Wakil Gubernur Sumatera UtaraMusa Rajekshah mengapresiasi baik  Deklarasi Anti Hoax dan Anti Kekerasan. 

Diinisiasi oleh jajaran Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara. Pasalnya hoax atau berita bohong dapat menjadi fitnah yang bisa memecah belah bangsa.

Hal itu disampaikannya pada acara menyambut hari Amal Bakti Kementerian Agama 
(Kemenag) ke-73 dengan menggelar Deklarasi Anti Hoax dan Anti Kekerasan, di Gedung Serba Guna Pemprov Sumut, Jalan Williem Iskandar Deli Serdang, Senin (25/3/2019).

" Saya ucapkan selamat kepada Kementerian Agama Sumut yang sudah melakukan deklarasi anti hoax dan anti kekerasan ini. Tentunya hal seperti ini akan mewujudkan Sumut yang aman dan bebas dari isu-isu berkaitan dengan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) serta ujaran kebencian." 

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Sumut berkeinginan agar senantiasa kondusif, aman dan kehidupan masyarakatnya maju, sejahtera dan bermartabat. 

" Untuk itu mari kita tingkatkan kewaspadaan, ketelitian dan harus menelusuri betul setiap informasi yang tersebar. Sebab, apabila kita mudah saja percaya dan ternyata itu berita hoax, berarti kita telah menjadi korban dan tidak saja merugikan diri sendiri tapi juga orang lain." 

Hal senada juga disampaikan Kepala Wilayah Kementerian Agama Sumut, H Iwan Zulhami. Dia mengatakan hoax jika ditinjau dalam prespektif agama, khususnya dalam sejarah agama Islam telah disebutkan menjadi penyebab pertama guncangan besar. 

Bagi tatatan keislaman yang telah dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. Hal itu terjadi saat terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan yang kemudian disebut sebagai peristiwa Al Fitnah Al Kubra (Fitnah Besar).

 “Saat itu Umat Islam saling menebar berita bohong tentang  pembunuhan Khalifah Utsman untuk kepentingan politik sehingga terjadi perpecahan dalam sejarah Islam yang bermuara pada peperangan antara Ali dan Muawiyah. Kemudian lahirlah sekte-sekte dalam Islam. Oleh karena itu, tidak aneh jika Sayidina Ali kemudian menasehati umat Islam agar jangan mau berada dalam kekacauan tersebut lantaran terprovokasi berita bohong." 

Hadir pada acara tersebut Duta Besar Maroko dan Republik Islam Maukitania, H Hasrul Azwar, Anggota DPRD SumutH Yulizar Parlaguhat Lubis, Ketua Majelis Zikir Al Zikra Sumut KH Amiruddin MS. 

Ketua FKUB Sumut, Maratua Simanjutak, Wakil Ketua MUI Sumut, H Abdul Hamid Ritonga, Komisioner KPU Sumut, Mulia Banurea dan Kakan Kemenang Kab/kota se Sumut.   (joel) 
Komentar

Berita Terkini