|

Pekerja Anak Kampanye Time To Talk 2019

Kali Dibaca
PKPA Medan 
Mediaapakabar.com-Pekerja anak merupakan isu global yang diagendakan untuk ditanggulangi 
secara menyeluruh dan berkesinambungan. Pasalnya, masih tingginya jumlah pekerja anak di seluruh dunia. 

Di Indonesia, sebesar 1,5 persen dari total populasi anak merupakan pekerja anak diberbagai sektor industri mulai dari hulu hingga hilir. 

Mereka sebagian besar tidak lagi melanjutkan pendidikan dan tidak memiliki ruang untuk bermain dan menyampaikan pendapat mereka. 

Hal ini lantas menjadi pemicu terbentuknya kampanye Time to Talk di tahun 2016. Kampanye ini bertujuan agar anak-anak yang bekerja memiliki ruang untuk berpendapat dan menceritakan pengalaman mereka sebagai pekerja anak. 

Kampanye ini dilakanakan di 36 Negara dan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) memperoleh kesempatan untuk melaksanakan kampanye ini di Kota Medan mewakili Indonesia dengan didukung oleh Kinder Not Hilfe (KNH), Terres des Hommes (TDH). 

Selama tahun 2016 hingga 2018, PKPA melaksanakan beberapa diskusi konsultasi pan pembentukan Kelompok Penasehat Anak yang berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan. 

Sebagaian anak bekerja sebagai pemulung, pengamen, pedagang asongan dan juga bekerja di warung makan. 

Selama dua tahun kampanye time to talk berlangsung, sebagian anak-anak telah tumbuh menjadi lebih percaya diri dan berani menyampaikan pendapat. 

Tidak hanya di depan teman-temannya, namun juga diantara perwakilan pemerintah bahkan pelaku bisnis global.  

Mereka menyampaikan pendapat terkait penolakan mereka terhadap pekerja anak dan perlakuan tidak menyenangkan yang sering mereka alami di tempat kerja. 

Tingginya minat dan semangat pekerja anak terlibat dalam kampanye Time to Talk ini, maka di tahun 2019 Time to Talk memberi kesempatan lebih besar untuk anak mengembangkan potensi diri mereka.  

Komite Penasehat Anak yang telah berusia diatas 18 tahun diberi pelatihan untuk menjadi pendidik sebaya terkait isu pekerja anak. 

Pelatihan tersebut dilakanakan Maret 2019 dan merupakan langkah lanjutan kampanye Time to Talk. Dilanjutkan diskusi rutin setiap minggu dan akan difasilitasi langsung oleh pekerja anak yang telah memperoleh pembekalan. 

Kampanye Time to Talk ini disambut oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang mendukung secara proaktif kegiatan yang dilakukan oleh anak. (dani)
Komentar

Berita Terkini