|

MA Perberat Hukuman, Ini Pesan Rhoma Irama Untuk Ridho Rhoma yang Terancam Dipenjara Lagi

Kali Dibaca
Ridho Rhoma saat mendapat pelukan dari ayahnya Rhoma Irama. foto: Dreamers.id
Mediaapakabar.com - Ridho Rhoma mengatakan siap jika memang harus kembali ke balik jeruji besi. Sebagai ayah, Rhoma Irama juga tak akan meninggalkan putranya sendiri.

Sang kakak, Debby Rhoma mengatakan Rhoma Irama juga sudah tahu soal putusan Mahkamah Agung yang memperberat hukuman Ridho menjadi 1 tahun 6 bulan penjara.

"(Pesan Rhoma ke Ridho) Ikhtiar, sabar, tawakal," ungkap Debby Rhoma kepada detikHOT, Selasa (26/3/2019).

Dipastikan Rhoma Irama juga akan terus mendampingi Ridho. Bahkan Debby menuturkan tidak hanya Rhoma Irama, tapi juga semua keluarga.

"Semua keluarga mengawal dan akan selalu ada baik dengan doa ataupun raga," tegas Debby.

Dalam postingannya, Ridho Rhoma pun memohon doa untuk mendapat kekuatan. Ridho pun berdoa agar Tuhan selalu ada di sampingnya.

"Ya Allah, berikanlah aku kekuatan. Aku yakin sesungguhnya engkau selalu ada untuk ku, dan selalu bersama ku. #allahkarim," tulis Ridho Rhoma.

Melansir Detik.com, Mahkamah Agung (MA) memperberat hukuman pemakai narkoba itu sehingga anak Rhoma Irama itu harus kembali meringkuk di penjara.

Ridho Rhoma ditangkap personel Polres Metro Jakarta Barat pada 25 Maret 2017. Saat ditangkap, Ridho kedapatan memiliki narkotika jenis sabu seberat 0,7 gram.

Pada 19 September 2017, PN Jakbar menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama 10 bulan. PN Jakbar juga menetapkan terdakwa menjalankan rehab medis dan sosial di RSKO Cibubur selama 6 bulan 10 hari. Tidak lama setelah itu, Ridho bisa menghirup udara bebas dan kembali manggung lagi.

Vonis itu tidak diterima jaksa dan mengajukan banding tapi kandas. Kasasi pun dikirimkan. Gayung bersambut.

"Menurut majelis hakim kasasi, putusan judex facti perlu diperbaiki mengenai kualifikasi tindak pidananya dan mengenai lamanya pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa M Ridho Rhoma Irama," kata jubir MA, hakim agung Andi Samsan Nganro, Senin (25/3/2019).

MA memperbaiki kualifikasi kejahatannya menjadi 'Penyalahguna Narkotika Golongan I bagi Diri Sendiri'. Duduk sebagai ketua majelis adalah hakim agung Andi Samsan Nganro dengan anggota majelis, hakim agung Margono dan Eddy Army.

"Pidananya menjadi 1 tahun 6 bulan penjara. Jadi, walau terdakwa telah menjalani rehabilitasi, dia harus masuk penjara lagi untuk menjalani sisa pidananya sesuai putusan Mahkamah Agung (MA) pada tingkat kasasi tersebut," pungkas Andi Samsan. (AS)
Komentar

Berita Terkini