|

Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Padang Sidempuan Saat Warga Tidur Lelap

Kali Dibaca
Gempa dengan magnitudo 5,8 terjadi di wilayah Padang Sidempuan, Sumatera Utara, Senin malam, 11 Maret 2019, pukul 23:34. (BMKG)
Mediaapakabar.com - Gempa dengan magnitudo 5,8 terjadi di wilayah Padang Sidempuan, Sumatera Utara, Senin malam, 11 Maret 2019, pukul 23:34 saat warga tidur lelap.

Pusat gempa berada di laut (1,13 Lintang Utara dan 98,76 Bujur Timur), sekitar 63 km barat daya Padang Disempuan.

Pusat gempa di kedalaman 85 km dan BMKG menyatakan tidak berpotensi tsunami.

Melansir Tempo.co, Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya juga mengabarkan terjadinya gempa M 5,3 di  Aceh Singkil pada Senin malam pukul 20:26. Getarannya tidak hanya terasa di beberapa bagian Aceh, namun juga terasa di wilayah provinsi tetangga Sumatera Utara.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam siaran persnya menyebutkan getaran gempa yang semula dideteksi bermagnitudo 5,5 namun kemudian dimutakhirkan menjadi 5,3 itu selain terasa di wilayah Aceh seperti Singkil (IV Modified Mercalli Intensity/MMI) dan Kota Subulussalam (II MMI) juga terasa di beberapa bagian Sumatera Utara.

Di Sumatera Utara, getaran gempa itu dirasakan di Gunung Sitoli dan Nias Utara (III-IV MMI), Teluk Dalam di Nias Selatan (II-III MMI), Sidikalang di Dairi (II MMI), Dolok Sanggul di Humbang Hasundutan (II MMI), Sibolga dan Tapanuli Tengah (II-III MMI).

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut," kata dia.

Ia menjelaskan gempa itu termasuk gempa dangkal berdasarkan titik episenter yang terletak di laut pada kedalaman 52 kilometer di koordinat 1,96 Lintang Utara dan 97,82 Bujur Timur, 34 kilometer arah selatan Kota Singkil di Aceh Singkil.

Gempa dangkal terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia di zona megathrust atau gerak sesar naik yang merupakan zona subduksi lempengan yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera.

Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempa yang sangat aktif di wilayah Sumatra.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran naik atau thrust fault," kata Rahmat.  (AS)
Komentar

Berita Terkini