|

Terapi Vagina Pakai Laser Buat Hubungan Intim Makin Hangat

Kali Dibaca
Terapi Vagina Pakai Laser Buat Hubungan Intim Makin Hangat
Int 
Mediaapakabar.com-Beberapa penyebab perubahan organ intim wanita adalah bentuk yang sudah berubah, misalnya lebih longgar akibat melahirkan, tidak kencang lagi, labia minor yang tak lagi simetris, dan sering kering, terutama akibat pertambahan usia.

Alhasil, banyak perempuan yang kehilangan kepercayaan diri menyusul adanya perubahan di organ intim dengan berbagai penyebab tersebut. Mereka khawatir suami tidak tertarik lagi untuk berhubungan intim karena perubahan tersebut. 

Seperti disadur dari Tempo.co Sabtu (16/2/2019), spesialis kandungan Ni Komang Yeni menyebut masalah yang sering dikeluhkan adalah sensasi vagina yang berkurang. 

Vagina kendur setelah bersalin, meski melahirkan secara cesar, dan efek sekunder dari vagina yang kering seiring dengan menurunnya kadar estrogen. Para wanita tersebut berusaha untuk melakukan peremajaan fungsi vagina. 

Sebagai salah satu kemajuan di dunia kedokteran, khususnya di bidang ginekologi, peremajaan vagina pun menjadi peluang bagi kaum Hawa yang mengalami dampak perubahan anatomi organ intim dalam fase kehidupannya. 

Masalah lain yang sering muncul adalah sulit mengontrol buang air kecil karena hilangnya kekuatan di uretra akibat struktur pendukung pelvis yang lemah. 

Keluhan lain adalah daerah vagina yang terasa renggang dan kering dan dasar panggul melemah. Berbagai masalah itulah yang dinilai menyebabkan penurunan kepuasan selama berhubungan intim. 

Berkembangnya teknologi membuat proses peremajaan vagina itu tak lagi membutuhkan pisau bedah. Dengan teknologi laser fraksional CO2, peremajaan vagina hanya butuh waktu 7 menit, tanpa rasa sakit dan tanpa bius dengan perawatan yang disebut Femilift. 

Teknologi CO2 fractional laser mampu menghangatkan jaringan mukosa vagina, memperbaiki serat kolagen, dan merangsang terbentuknya jaringan kolagen baru. 

" Hal ini akan memperbaiki fungsi keseluruhan area vagina, seperti meningkatkan aliran darah dan lubrikasi vagina, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan memperbaiki kekuatan dan elastisitas vagina," papar Yeni.   

Namun, menurut dia, ada kriteria dan syarat untuk melakukan terapi tersebut, yakni untuk wanita yang mengalami elastisitas vagina yang sudah berkurang, kering, infeksi berulang, serta ingin solusi masalah kesehatan organ kewanitaan tanpa operasi 

"Sejauh ini belum pernah dilaporkan ada efek samping yang buruk atau membahayakan. Yang perlu diketahui, setelah perawatan akan keluar cairan vagina cukup banyak selama 2-3 hari sehingga dianjurkan tidak melakukan hubungan suami-istri," ungkap Yeni. 

Pada perempuan menopause, tambah dia, dimana jaringan mukosa vagina sudah sangat tipis dan kering, kadang muncul sedikit pendarahan yang akan hilang sehari kemudian. (*/dani)

Komentar

Berita Terkini