|

Polisi Minta Doa Ungkap Perampok dan Pemerkosa Bidan Desa di Malam Durjana

Kali Dibaca
Ilustrasi
Mediaapakabar.com - Polisi masih terus memburu perampok dan pemerkosa bidan desa berinisial YL (24) di Ogan Ilir. Korban dan saksi-saksi sudah diperiksa.

"Korban sudah dimintai keterangan dan sudah bisa memberikan keterangannya. Kami berusaha secepatnya agar pelaku segera tertangkap," kata Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir, AKP Maliki saat diminta konfirmasi, seperti yang dikutip dari Detikcom, Jumat (22/2/2019).

Dikatakan Maliki, pihaknya masih terus berupaya memburu pelaku agar cepat terungkap. Bahkan saat ditanya terkait jumlah pelaku yang dikabarkan 5 orang, Maliki pun masih bungkam.

"Setahu saya korban sendiri nggak ada menyebut 5 pelaku. Minta do'anya saja mudah-mudahan bisa cepat terungkap," tutupnya.

Berdasarkan pantauan detikcom, rumah sekaligus kantor praktik bidan desa itu berada di tepi jalan lintas Ogan Ilir-Palembang, tepatnya di KM 13. Terlihat pintu serta jendela tidak dipasangi terali untuk keamanan.

Warga menyebut selain mati lampu, di desa itu sedang turun hujan deras saat kejadian. Itulah sebabnya warga tidak ada yang mendengar korban menjerit meminta pertolongan.

"Di sini hujan deras saat kejadian. Listrik juga padam dan kejadian tengah malam kan. Kalau pun teriak pastinya tidak ada yang dengar," ujar Zainal, tetangga bidan desa YL.

Sang bidan desa itu, kini telah menjalani perawatan khusus di RS Bhayangkara Palembang pasca kejadian. Dokter pun memastikan korban masih trauma atas insiden yang menimpanya.

Peristiwa perampokan dan pemerkosaan ini terjadi pada Selasa 19 Februari 2019 pukul 01.00 WIB. Perampok yang belum diketahui jumlahnya itu masuk ke kamar bidan dengan mencongkel jendela.

Bidan yang tengah ditinggal suaminya ke luar kota dan hanya bersama anak yang masih berusia 11 bulan itu lalu dirampok dan diperkosa. Bahkan, bidan itu sempat melawan hingga akhirnya dianiaya oleh pelaku dan wajahnya pun babak belur. (AS)
Komentar

Berita Terkini