|

Marah Soal Sebutan Menteri Utang, Luhut Pandjaitan: Neneknya Menteri Utang

Kali Dibaca
Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Warta Kota
Mediaapakabar.com - Tak diragukan lagi utang menjadi salah satu isu yang paling sering dibahas dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah tokoh ikut komentar soal utang yang makin gencar perdebatannya jelang pemilu 2019.

Utang pemerintah yang mencapai ribuan triliunan menjadi bahan diskusi yang tak ada habisnya. Ada dua pendapat mengenai utang, yakni pendapat bahwa utang pemerintah saat ini masih dalam batas aman dan pendapat bahwa jumlah utang pemerintah saat ini sudah masuk level mengkhawatirkan.

Dua kubu yang saling berlawanan terus mengemukakan pendapat satu sama lain mengenai utang ini. Pemerintah mengklaim utang saat ini dikelola dengan baik dan masih jauh di bawah batasan yang diamanatkan konstitusi.

Namun kubu oposisi terus menyerang soal jumlah utang yang kian tinggi. Total utang pemerintah Indonesia (per Desember 2018) yang naik Rp 1.809,6 triliun dari posisi per akhir 2014 sebesar Rp 2.608,7 triliun menjadi Rp 4.418,3 triliun terus dipertanyakan keamanannya.

Yang terbaru, Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengganti sebutan Menteri Keuangan dengan Menteri Pencetak Utang. Tak kalah geramnya, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan ikut membalas tudingan tersebut.

Dalam salah satu pidatonya dalam acara DBS Asian Insights Conference di Jakarta, Kamis (31/1/2019), Luhut menyinggung soal sebutan Menteri Utang.

Awalnya Luhut mengomentari soal tudingan banyak orang mengenai tenaga kerja asing di Morowali. Namun Luhut memastikan bahwa pemerintah tidak akan mengkhianati rakyat seperti yang dituduhkan.

"You better have to be careful. Indonesia ini tidur saja selama ini. Don't dictate us how we manage our country," katanya seperti yang dilansir Detikcom.

"Saya nggak mungkin melacurkan profesionalisme saya, no way. Nggak bisa. Saya kan ingat perjuangan anak buah saya waktu masih operasi. Mana saya khianati mereka. I'm serious, i mean it. Nggak akan pernah. Karena saya bagian dari pengambil keputusan, saya nggak akan biarkan Indonesia ini dimain-mainkan," kata Luhut.

Di tengah-tengah pidato, Luhut kemudian menyinggung nama Sri Mulyani yang juga dia pastikan mengelola keuangan negara dengan baik. Tiba-tiba Luhut melontarkan kalimat soal menteri utang.

"Jadi orang yang bilang menteri utang. Neneknya menteri utang," kata Luhut sambil disambut tawa oleh para hadirin.

Namun Luhut tak menjelaskan lebih lanjut mengenai menteri utang yang dia maksud. Dia hanya memastikan bahwa pemerintah mengelola Indonesia dengan sebaik mungkin. (AS)

Komentar

Berita Terkini