|

Kronologi Pengusaha Tekstil Nuryanto dan Teman Wanitanya Dimutilasi di Malaysia

Kali Dibaca
Meli Rahmawati.Foto: Pojoksatu.id
Mediaapakabar.com - Pengusaha tekstil Bandung, Nuryanto dimutilasi bersama teman wanitanya, Ai Munawaroh. Korban diduga dimutilasi oleh rekan bisnisnya di Malaysia.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pelaku berjumlah dua orang. Keduanya telah ditangkap polisi Diraja Malaysia.

“Dari polisi Diraja Malaysia sudah amankan dua terduga pelaku warga negara Pakistan,” kata Dedi di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, seperti yang dilaporkan Pojoksatu.id Selasa (12/2/2019).

Kepolisian Diraja Malaysia menemukan beberapa potongan tubuh Nuryanto dan teman wanita di sungai Buloh, Selangor, Malaysia pada 26 Januari lalu.

Nuryanto pergi ke Malaysia untuk menagih uang hasil bisnis yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Menurut sang istri Nuryanto, Meli Meli Rahmawati, suaminya terlihat stres sejak tiga sampai empat bulan lalu, karena banyak pengusaha yang macet pembayaran, sementara dirinya sudah ditagih oleh pihak pabrik.

“Masalah mah ada, banyak yang macet di luar, sementara ke pabrik harus lancar. Aa bilang, barang di sini (Malaysia) masih banyak sekitar Rp 2 miliar. Kalau barang yang sudah laku Rp 7 miliar,” kata Meli di salah satu TV Swasta Nasional.

Keluarga Tak Tahu Nuryanto ke Malaysia Bersama Teman Wanitanya

Salah satu kuasa hukumnya, Hermawan mengatakan, kepergian Nuryanto ke Malaysia untuk urusan bisnis. Nuryanto ingin menagih uang dan bertemu relasi di Malaysia pada 17 Januari 2019.

Dari catatan maskapai Air Asia, ia seharusnya pulang pada 23 Januari 2019. Namun, pada 22 Januari 2019, nomor ponselnya tak aktif.

“Tanggal 22 Januari, handpone dia sudah enggak aktif. Karena chek in di hotel terakhir tanggal 21-23 otomatiskan tanggal 23 dia harus pulang, masuk tengah malamnya tanggal 21 sudah lost contact,” kata Hermawan kepada wartawan.

Hermawan mengaku, pihak keluarga awalnya tidak mengetahui Nuryanto pergi bersama teman wanitanya, Ai Munawaroh. Keluarga baru tahu hal itu dari pihak maskapai.

“Itu temannya. Sebab dicek di Air Asia bahwa pemberangkatan Nuryanto bersama Ai Munawaroh. Tapi sebelumnya, kita tidak tahu dia berangkat dengan Ai Munawaroh,” katanya.

Tiga Kali Pindah Hotel Sebelum Dimutilasi

Selama di Malaysia, Nuryanto diketahui tiga kali pindah hotel dan selalu ada komunikasi dengan keluarga. Namun pada Senin, 22 Januari hilang kontak, hingga akhirnya Nuryanto tak bisa dihubungi.

“Tanggal 23 enggak dipakai lagi (tiket pesawat). Saya konfirmasi ke Air Asia, Tanggal 25 Januari. Kita lost contact Tanggal 22 Januari, handpone sudah enggak aktif, karena cek in di hotel terakhir Tanggal 21-23 otomatiskan Tanggal 23 dia harus pulang,” jelasnya.

Unutk menindaklanjuti kasus tersebut, adik Nuryanto berangkat ke Malaysia untuk tes DNA. Hal itu dilakukan untuk mengidentifikasi kebenaran terkait identitas korban.

“Salah satu rekan kita (tim pengacara) ke Malaysia, membawa salah satu keluarga, adiknya Nuryanto untuk tes DNA, untuk memastikan apakah jenasah itu Nuryanto apa bukan,” katanya.

Namun hasil tes DNA itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Hal ini disebabkan kondisi tubuh korban yang sudah membusuk.

“Polisi Diraja Malaysia (PDRM) telah mengambil sampel DNA dari keluarga korban. Hasilnya disebut akan keluar antara dua pekan atau satu bulan ke depan,” ujarnya.

Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler Kedutaan Besar RI (KBRI) di Kuala Lumpur, Yusron B Ambary, mengatakan, sampel DNA diambil dari keluarga yang dilaporkan kehilangan kerabat.

“Hingga saat ini, pihak PDRM masih memerlukan izin identitas kedua jenazah yang ditemukan pada 27 Januari 2019 di Sungai Buloh. PDRM telah mengambil sampel DNA dari WNI yang ditambahkan sebagai anggota yang dikembalikan,” kata Yusron.

“KBRI Kuala Lumpur juga akan memberikan bantuan perlindungan maksimal, termasuk penanganan jenazah dan tindak lanjut penanganan hukum atas masalah tersebut,” tambahnya.

Dua Rekan Bisnis Korban Ditangkap

Dalam kasus itu, polisi Malaysia telah mengamankan dua orang terduga pelaku yang merupakan rekan bisnis Nuryanto. Masa penahanan mereka akan berakhirpada Senin, 11 Februari. Bila kasus ini mengarah kepada keduanya, polisi akan mengajukan perpanjangan penahanan ke Mahkamah.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Bambang Soesatyo memastikan bahwa pemerintah akan terus memantau kasus mutilasi terhadap dua warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia.

Sudah tepat kalau kedutaan besar melakukan komunikasi untuk mendalami dan menghubungi kepolisian disana, ujar Bamsoet.

Di samping jalur kedutaan, DPR juga akan mendorong Polri lewat Interpol untuk terjun mengungkap langsung kasus ini. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi tentang identitas dua WNI tersebut.

“Saya mengkomunikasikan dengan pimpinan Polri untuk meminta segera mengirim tim kesana. Kita sebetulnya punya perwakilam disana untuk mengungkap motif sekaligus siapa yang dimutilasi,” tutupnya. (AS)
Komentar

Berita Terkini