|

Di Medan Imlek, 70 Persen Toko Tutup

Kali Dibaca
Int
Mediaapakabar.com-Sekitar 70 persen toko milik warga keturunan Tionghoa di sejumlah pasar tradisional Kota Medan tutup saat merayakan Tahun Baru Imlek. 

Seperti sejumlah toko di kawasan pasar tradisional Padang Bulan Medan, pinggiran ruko nampak tutup. Terutama berjualan sembako. Sebab di pasar ini pedagang sembako kebanyakan Tionghoa berdampak dari suasana jalan jadi sepi.  

Seperti yang dikatakan, salah satu pedagang sayuran, Biring, warga tionghoa di pasar ini banyak yang berjualan sembako, pakaian, perhiasan dan berjualan kue kering. 

"Tiap tahun seperti ini memang kalo Imlek, mereka (suku Tionghoa) pada tutup, ada yang 2 hari tutup, ada juga sampai seminggu," katanya di Medan, Selasa (5/1/2019) Siang. 

Selain itu, suasana di pasar tradisional Sei Sikambing, Medan juga nampak sepi. Pedagang yang berjualan di pasar tradisional tersebut, hanya didominasi pedagang suku batak yang berjualan sayur mayur, ikan, daging dan buahan serta lainnya. 

"Setiap perayaan Imlek, seluruh toko milik warga keturunan Tionghoa tutup dan pengunjung pasar sepi," jelas salah seorang pedagang daging, Noor.

Menurut Noor, diperkirakan kondisi pasar akan kembali normal pada minggu depan.

"Selama perayaan Imlek ini, kami terpaksa membatasi pemotongan sapi untuk mengantisipasi kerugiaan karena pengunjung pasar yang sepi," ujarnya.

Saat ini, kata dia, harga daging sapi masih bertahan tinggi Rp110 ribu per kilogram, karena pasokan sapi dari luar daerah terbatas.

"Pembatasan pemotongan sapi ini juga karena harga sapi yang masih cukup tinggi," tuturnya.

Sementara itu, Wahyu salah seorang tukang parkir di Pasar Melati Medan, mengatakan, perayaan Imlek berdampak terhadap omset yang mengalami penurunan yang cukup drastis.

"Saat ini, pendapatan hanya sekitar Rp 20 ribu saja dibanding pendapatan hari-hari biasa mencapai Rp250 ribu per hari," pungkasnya. (abi)



Komentar

Berita Terkini