|

Bripka Kristian Sitorus Akhiri Hidupnya dengan Tembak Kepala, Padahal Dikenal Polisi Andal

Kali Dibaca
Ilustrasi
Mediaapakabar.com - Aksi bunuh diri yang dilakukan anggota polisi, Bripka Kristian Poltak Bosta Sitorus mengejutkan banyak pihak, terutama rekan-rekan korban di lingkungan Polresta Barelang. Pasalnya, Bripka Poltak dikenal sebagai anggota reserse yang andal.

Informasi yang dihimpun, karir Bripka Poltak di kepolisian dimulai sejak 2005 lalu sebagai anggota Sabhara Polresta Barelang yang kala itu masih bernama Poltabes Barelang.
Setelah tiga tahun bertugas sebagai anggota Sabhara, dia dipindahkan ke Den Pamobvit Poltabes Barelang. Kepiawaiannya dalam bertugas membuat dirinya ditempatkan di Satreskrim Polresta Barelang pada Desember 2011.
Semasa hidup, Poltak banyak turut serta dalam pengungkapan kasus besar di Batam. Dia juga sempat menjadi buser andalan Unit Jatanras Polresta Barelang. Hingga akhirnya 2015, Poltak ditarik ke Resnarkoba Polresta Barelang.
Pria yang memiliki dua anak ini juga kerap mengungkap kasus sindikat peredaran narkoba yang besar di Batam. Beberapa tahun berikutnya, tepat 16 Oktober 2018, Poltak dipindahkan ke Polsek Batu Ampar. Ia bertugas sebagai penyidik di Polsek yang dipimpin oleh Kapolsek Reza Morandy Tarigan.
Tak hanya dikenal sebagai anggota polisi yang handal, Poltak juga dikenal sebagai pribadi yang baik dan ramah. Tak hanya akab dengan sesama anggota kepolisian, Poltak juga dekat sejumlah awak media. “Dia orang yang baik. Kami sering keluar kota sama-sama kalau ada penangkapan,” ujar rekan korban, dikutip dari Inews.id
Sebelumnya diwartakan, Bripka Kristian Poltak Bosta Sitorus nekat menghabisi nyawanya sendiri di Mapolsek Batu Ampar, siang tadi. 
Ia bunuh diri dengan cara menembak kepalanya menggunakan senjata api milik rekannya. Hingga saat ini, belum diketahui pasti motif Bripka Poltak bunuh diri. (AS)
Komentar

Berita Terkini