|

Banjir dan Longsor Hingga Jembatan Ambruk Terjadi di Bengkulu

Kali Dibaca
Jembatan terputus di Kabuoaten Lebong, Sabtu (9/2/2019) malam. Foto: Kompas.com
Mediaapakabar.com - Bencana banjir, longsor, dan jembatan ambruk, terjadi di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, dalam sepekan terakhir.

Bencana banjir terjadi sejak Kamis (7/2/2019). Akibat banjir dan longsor, puluhan hektare sawah petani, puluhan rumah warga, menjadi korban.

Sejumlah akses jalan menuju Kabupaten Lebong juga terganggu.

Selain menggenangi rumah warga, luapan air menyebabkan puluhan hektare sawah milik warga di Desa Tabeak Kauk, Kecamatan Lebong Sakti, terendam.

Begitu pula dengan tanggul di sekitar lokasi juga jebol, setelah dihantam aliran Sungai Air Baes.

"Airnya melimpah ke sawah warga. Juga beberapa titik irigasi rusak berat dan tidak bisa dipakai," ujar Kapolsek Lebong Tengah, Iptu Edi Suprianto, di Lebong melalui pesan singkat, seperti yang dilansir Kompas.com, Minggu (10/2/2019).

Banjir terjadi di 6 titik ruas jalan Lebong menuju Rejang Lebong, atau tepatnya di Desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang.

Kemudian, satu titik terdapat di jalan utama Lebong menuju Bengkulu Utara, persisnya depan Bukit Resam. Akibat longsor itu membuat Kabupaten Lebong sempat terisolasi pada Kamis pukul 17.35 WIB.

Para pengguna jalan tidak bisa melanjutkan perjalanan karena terhalang meterial tanah longsor. Peristiwa itu terjadi saat hujan deras yang melanda wilayah Lebong, pukul 17.02 WIB.

Longsor juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik. Sementara itu, Pemda Lebong telah mengerahkan sejumlah alat berat menyingkirkan material timbunan tanah di badan jalan.

Longsor paling parah terdapat di jalan lintas Lebong menuju Rejang Lebong. Sementara ini, para pengendara roda dua dan roda empat belum bisa melewati jalur tersebut.

"Paling parah di Desa Talang Ratu. Karena pohon juga tumbang. Petugas sekarang sedang ke lokasi," demikian ungkap Alex, warga setempat.

Derasnya arus sejumlah sungai pada Sabtu (9/2/2019) mengakibatkan satu jembatan penghubung terputus, tepatnya akses jalan Desa Sukau Datang 1 menuju Desa Gunung Alam, Kecamatan Pelabai.

Putusnya akses itu karena jembatan ambruk dan diduga akibat longsor karena intensitas hujan yang tinggi sejak Sabtu malam.

Jembatan yang ambruk itu sendiri dilaporkan berada di Desa Suka Datang 1, persisnya dekat rumah Bupati Lebong, Rosjonsyah, dengan panjang sekitar 12 meter dan ketinggian sekitar 6 meter.

Banyak warga yang menuju atau keluar dari dua desa tersebut terpaksa menyeberang dengan berjalan kaki.

Sementara, kendaraan roda dua dan roda empat dipastikan tidak bisa melintas jalur tersebut. (AS)
Komentar

Berita Terkini