|

Terungkap, Siti Aisyah Dibunuh Kekasih Gelap yang Kemudian Gantung Diri di Kamar Mandi

Kali Dibaca
David memperlihatkan foto istrinya Siti Aisyah (kiri). Jenazah Siti Aisyah dievakuasi (kanan). Foto: Radar Madura
Mediaapakabar.com - Penyebab kematian Siti Aisyah di kamar Hotel Garuda bersama kekasih gelapnya, Roy Robby akhirnya terungkap.

Hasil penyelidikan aparat kepolisian, Siti Aisyah dibunuh oleh Roy Robby yang juga tewas di kamar hotel tersebut.
Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Hari Siswo Suwarno menjelaskan, Aisyah diduga dibunuh oleh Robby. Dugaan tersebut merujuk pada bekas jeratan di leher perempuan satu anak itu.
”Menurut dokter, Siti Aisyah meninggal karena kehabisan napas lantaranan lehernya terjerat jilbab,” terang Heri, sebagaimana dilansir Radar Madura, Minggu (27/1/2019).
Setelah meninggal, Robby diduga mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di toilet. Sebelum gantung diri, Robby mengiris kedua pergelangan tangan Aisyah menggunakan pecahan bola lampu.
Dugaan Aisyah dan Robi dibunuh pihak ketiga tidak benar. Hal tersebut merujuk pada petunjuk-petunjuk di lokasi. Selain itu, dalam tubuh Robby tidak ada bekas penganiayaan.
”Saat itu kondisi pintu hotel dikunci rapat-rapat. Kalau kedua-duanya disebut bunuh diri juga tidak mungkin,” terang Heri.
Dengan petunjuk tersebut, kasus ini sementara dihentikan. Namun, bisa dibuka kembali jika ada petunjuk dan bukti baru. ”Pelakunya kan juga sudah meninggal, mau diproses bagaimana lagi,” terangnya.
Mengenai motif, Hari tidak mengetahui secara pasti. Hanya, berdasarkan informasi, pembunuhan itu dipicu asmara. Siti Aisyah dikabarkan akan rujuk dengan suaminya. Hal itu membuat Roy Robby sakit hati.
”Kemungkinan Roy Robby tidak terima dan sakit hati. Jadi dia nekat melakukan tindakan seperti itu,” terangnya.
Roy Robby Terlanjur Cinta
Siti Aisyah dibunuh Roy Robby
Siti Aisyah dibunuh Roy Robby. (Radar Madura)
Dosen Psikologi IAI Al-Khairat Roro Kurnia Novita Rahmawati menerangkan, Robby melakukan tindakan nekat seperti itu karena sudah depresi. 
Tapi kadarnya tidak masuk kategori skizofrenia atau gangguan mental seperti gila. Sebab, pikiran seorang depresi tidak terorganisasi dan tidak terarah.
”Yang ada dalam pikirannya tidak ada yang mendukung dan peduli. Sehingga dia berpikiran untuk mengakhiri segalanya,” terangnya.
Dia menilai, Robby sudah kadung sayang kepada Aisyah. Namun dia merasa tersakiti dengan rencana rujuk perempuan itu dengan sang suami. Sementara dia sudah memiliki harapan untuk bersama.
”Struktur kepribadian manusia itu ada tiga, id, ego, dan superego. Dari kasus ini si cowok lebih ke sisi id-nya. Sudah kadung dipikirkan atau direncanakan, tapi tidak terwujud. Sehingga, pelampiasannya seperti itu,” terangnya.
Muhlisin David, suami Siti Aisyah
Muhlisin David, suami Siti Aisyah
Roro menambahkan, biasanya orang bunuh diri akibat cinta karena emosi jiwa yang labil di bawah naluri. Pada saat stimulus negatif datang, dia tidak bisa mengendalikan ke arah yang positif.
”Sehingga yang ada dalam otak, keputusan terakhir yang terbayang adalah kematian,” terangnya.
Sebelumnya, warga Kelurahan Parteker, Kecamatan Pamekasan, digegerkan dengan keberadaan dua mayat di Hotel Garuda, Kamis malam (24/1). Identitas kedua mayat tersebut adalah Sitti Aisyah, 21, warga Kelurahan Kowel, Pamekasan dan Roy Robby, 21, warga Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Gresik.
Aisyah ditemukan tergeletak di atas kasur dan mayat Robby tergantung di kamar mandi. Kasus ini pertama diketahui petugas hotel setelah mendobrak pintu kamar 10 tersebut karena curiga lampu hotel menyala. (AS)
Komentar

Berita Terkini