|

BNN Temukan Pabrik Pembuat Ekstasi dan Sabu Rumahan di Medan

Kali Dibaca
BNN menggerebek pabrik ekstasi rumahan di kawasan padat penduduk di Medan. Pabrik ini memproduksi 1.000 butir ekstasi per hari. Foto: Istimewa
Mediaapakabar.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek pabrik ekstasi di Jalan Pukat VIII Gang Murni No. 19 Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung, Kamis (24/1/2019) malam, sekitar pukul 20.00 WIB.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengatakan, penangkapan merupakan pengembangan dari hasil terdahulu tahun 2018.

BNN melakukan penangkapan di Marelan dan salah satu tersangkanya sempat melarikan diri berinisial RB.

"Beberapa hari yang lalu kita monitor, ternyata yang bersangkutan masih mengedarkan narkoba jenis ekstasi," kata Arman di TKP penggerebekan, seperti yang dilansir Tribun Medan, Kamis (24/1/2019).

"Berdasarkan informasi itu kita kemudian melakukan penyelidikan. Ternyata betul bahwa dia masih mencetak atau membuat ekstasi dalam skala rumahan. Kita menemukan satu mesin cetak ekstasi dan cukup banyak bahan. Setelah dilihat secara sepintas, sambung Arman bahan-bahan itu adalah bahan impor," tambahnya.

Modus operandi mereka, setelah pada tahun 2018 digerebek BNN, mereka tidak lagi secara terus-menerus membuat ekstasi.

Kelompok ini hanya memproduksi ekstasi sesuai pesanan dari pembeli.

"Kalau kita perhatikan tadi, selesai mencetak ekstasi dia menyimpan peralatan dan bahan di dapur. Kita sempat kesulitan menemukan barang bukti, terutama bahan sisa dari percetakan ekstasi tadi malam. Karena kita menggunakan anjing pelacak (K9), baru kita temukan dan cukup banyak bahan yang siap cetak yang ditemukan beserta peralatan-peralatannya," ungkap Arman.

Arman mengungkap ada tiga orang yang diamankan, termasuk DPO pada 2018 silam.

Ketiganya berinisial RB, GUN (45) yang mencetak ekstasi, pembeli IKS dan Acun yang diduga sebagai pengendali.

Lebih lanjut, Arman menjelaskan bahwa para pelaku membuat ekstasi dalam skala rumahan atau biasa disebut Kitchen Lab.

Biasanya itu dibuat di Lab dan pada umumnya dilakukan oleh anak-anak muda dan digunakan oleh kalangan sendiri
Tapi yang sekarang diamankan, mereka mencetak dan membuat di dapur. Tapi tidak dipakai sendiri, melainkan untuk dijual dan diedarkan untuk di konsumsi.

Terkait adanya pengiriman barang dari Fedex, Arman menuturkan bahwa barang-barang yang digunakan pelaku untuk meracik dan membuat ekstasi berasal dari luar negeri.

Paling tidak ada tiga atau empat prekursor yang diimpor.

"Dari hasil wawancara kami, mereka sudah kurang lebih satu tahun melakukan kegiatan seperti ini, mencetak dan mengedarkan ekstasi," kata Arman.

Per harinya, kelompok ini bisa mencetak 1000 butir ekstasi secara manual.

Saat pewnggerebekan, petugas BNN menemukan sekitar 300-400 butir yang akan diserahkan kepada pemesan berinisial IKS dan ada juga pembeli dari lapas

Para tersangka ini memiliki peranan berbeda-beda. Misal, Gunawan sebagai peracik sabu, sedangkan Irsan penjualnya. Keduanya bekerja di bawah komando Robert.
"Robert sudah diamankan petugas, dia ditangkap di lokasi yang berbeda," ujar dia,
Sementara, bahan-bahan pembuat sabu mereka peroleh dari Acun, seorang narapidana yang ditahan di Lapas Tajung Gusta Kota Medan, Sumut. Para pelaku sudah menjalankan bisnis haram ini selama satu tahun lebih. Selain membuat sabu, mereka juga bisa membuat pil ekstasi.
"Untuk mengelabui petugas, mereka dalam menjalankan bisnisnya kerap berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain," kata Arman.





Komentar

Berita Terkini