Kronologi Jalan Protokol Surabaya Tiba-tiba Amblas Lalu Jalan Langsung Hilang dan Terlihat Lubang Besar

| Rabu, 19 Desember 2018 | 09.12 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Jalan Raya Gubeng, Surabaya dilihat dari ketinggian menggunakan drone. Foto: Instagram/Yusuf Mansyur
Mediaapakabar.com - Jalan Raya Gubeng, Surabaya, tiba-tiba ambles pada Selasa (18/12/2018) malam sekitar pukul 21.40 WIB.

Beruntung, amblesnya salah satu jalan protokol di Surabaya itu terjadi di saat lalu lintas sedang sepi.

Ali, salah seorang satpam kantor Harian Kompas Biro Surabaya itu mengungkapkan, saat itu dirinya tengah duduk di pos satpam yang berada di pinggir pintu masuk gedung.

Namun tiba-tiba, ia mendengar suara bergemuruh yang cukup keras dari proyek pembangunan perluasan RS Siloam yang berada sekitar 100 meter dari tempatnya berada.

“Suara gemuruh, keras sekali Mas. Itu dari proyek (RS) Siloam, disana,” bebernya.

Mendengar suara yang cukup keras itu, ia pun lantas berlari untuk melihat dan mendekati asal suara.

Ternyata, suara gemuruh dan keras itu berasal dari rubuhnya gedung yang tengah dalam proses pembangunan.

“Awalnya gedung proyek, tidak ada crane yang saya lihat,” tuturnya seperti yang dilansir Radar Surabaya.

Saat itu, kondisi debu beterbangan dan orang-orang cukup panik berlarian.

Tak disangka, lima menit kemudian, ruas Jalan Raya Gubeng langsung ambles tiba-tiba.

“Langsung ambles. Dalam banget itu amblesnya, terus panjang. Pokoknya jalan tiba-tiba hilang aja, Mas,” lanjutnya.

Keterangan senada juga diungkap Prasetyo, salah seorang penjaga SMU GIKI II Surabaya yang juga terletak tak jauh dari lokasi amblesnya jalan itu.

Menurut pria berusai 56 tahun itu, dirinya saat itu tengah membersihkan ruang guru.

“Tiba-tiba ada suara keras. Saya pikir tabrakan, ternyata gedung ambruk,” jelasnya.

Prasetyo pun berusaha mendekat ke lokasi untuk mencari tahu apakah ada korban dari kejadian ambruknya gedung yang dalam proses pembangunan itu.

Akan tetapi, belum sampai ia mencapai lokasi, ia melihat jalan di depannya tiba-tiba ambles dan hilang.

“Untungnya saya belum sampai. Kalau sampai pasti saya masuk (ikut ambles),” ucapnya.

Mengetahui hal itu, sejumlah orang yang awalnya berusaha mendekat pun memilih mundur untuk menyelamatkan diri.

Beruntung, lanjut dia, lalu lintas saat kejadian tengah sepi.

“Untungnya sepi tadi jalannya. Enggak tahu ada korban apa enggak,” katanya.

Berdasarkan pengamatan dan mencoba mendekati lokasi amblesnya Jalan Gubeng itu sesaat setelah kejadian. Jalan aspal yang dipijak, bergerak dan ikut ambles usai kejadian pertama.

Akibat amblesnya Jalan Gubeng itu, lalu lintas pun terputus. Petugas Satpol PP dan kepolisian juga diterjunkan untuk berjaga di lokasi dan menghalau warga yang ingin melihat.

Atas kejadian ini, polisi pun menutup jalan mulai dari simpang empat Jalan Bagong Ginayan-Jalan Sulawesi-Jalan Sumatera dan diarahka ke Jalan Keputran

Sementara untuk pengendara dari arah Jalan Stasiun Gubeng diarahkan ke Biliton. Sampai berita ini ditulis, petugas terus berdatangan untuk mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI