Kondisi Tempat Penampilan Band Seventeen Cukup Mencekam Seperti Kuburan, Hanya Ada Suara Angin

| Senin, 24 Desember 2018 | 09.43 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Lokasi panggung band Seventeen yang diterjang tsunami pada Sabtu 22 Desember 2018. Foto: Tempo.co
Mediaapakabar.com - Gelombang tsunami di Selat Sunda melantakkan bangunan yang ada di sepanjang pantai Tanjung Lesung, Banten.

Tak terkecuali panggung yang menjadi tempat penampilan band Seventeen pada acara family gathering PT PLN pada Sabtu, 22 Desember 2018.

Kondisi terkini cukup mencekam. Panggung itu terlihat rata dengan tanah seusai tergulung tsunami. Tampak seperti kuburan. Hanya ada suara angin berdesingan di telinga.

Dalam video yang viral, band Seventeen tampak masih menghibur para peserta family gathering tersebut

Saat menyanyikan lagu kedua, gelombang tinggi tiba-tiba datang dan menyeret para personel grup band tersebut.

Pantauan di lokasi, tiang-tiang penyangga panggung tampak masih berserakan.

Kursi-kursi tamu juga masih terjungkir terbalik, pernak-pernik panggung dan peralatan band tak berwujud tertimpa pohon-pohon yang tumbang. Sepatu, baju-baju juga tercecer tanpa diketahui siapa pemiliknya.

Adi Fitri Atmojo, Petugas PLN Area Banten Selatan yang berada di lokasi sejak pagi mengatakan, petugas masih sulit mengevakuasi korban karena cuaca buruk. Beberapa kali juga air pasang.

Sisa-sisa panggung konser band Seventeen yang hancur diterjang tsunami di Beach Hotel Tanjung Lesung, Banten, Ahad, 23 Desember 2018.  Foto: Tempo.co
"Dari pagi, dua kali kami diteriaki supaya naik (mencari perlindungan) karena air pasang. Ini kami baru kembali lagi," ujar Adi saat ditemui Tempo di lokasi pada Ahad sore, 23 Desember 2018.

Adi mengatakan, masih banyak pegawai PLN yang berada di lokasi saat tsunami, belum ditemukan.

Para korban ditengarai masih terimpit kayu-kayu dan terbenam di bawah panggung. "Kami masih menunggu alat berat untuk mengevakuasi," ujar dia.

Akibat terjangan tsunami itu, dua personel band Seventeen tewas dan beberapa diantaranya masih hilang dan belum ditemukan. Sebelumnya, perwakilan manajer Seventeen, Yulia Dian mengabarkan yang masih hilang adalah, gitaris Herman Sikumbang, drummer Andi Windu Darmawan, kru Ujang, dan istri vokalis Irfan, Dylan Sahara.

"Sementara dua yang meninggal adalah pemain bass, M Awal Purbani dan juga Road Manajer Oki Wijaya," ujar Yulia lewat keterangannya pada Ahad, 23 Desember 2018.

Kabar terakhir yang didapat Tempo, gitaris Herman Sikumbang juga ditemukan meninggal.

Saat ini, korban bencana yang ditemukan terus bertambah dan yang mengalami luka-luka dilarikan ke klinik-klinik dalam radius 2-3 kilometer dari lokasi kejadian. Sejak tadi malam, tim SAR sudah diturunkan. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI