|

Keluarga Co-Pilot Lion Air Resmi Layangkan Gugatan Kepada Boeing, Ternyata Ini Alasan Kuatnya

Kali Dibaca
Orang tua kopilot Lion Air JT 610 menunjukan foto anaknya, Harvino, 42 tahun, di kediamannya di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa, 30 Oktober 2018. Foto: Antara
Mediaapakabar.com - Keluarga co-pilot Lion Air JT 610 Harvino mengajukan gugatan hukum kepada Boeing.

Gugatan dimasukkan oleh istri almarhum Harvino ke pengadian Illinois, Amerika Serikat, negara asal Boeing.

Dikutip dari Reuters, Sabtu, 29 Desember 2018, keluarga Harvino menuduh pesawat 737 MAX 8 buatan Boeing sangat berbahaya karena sensor-sensor yang ada di pesawat itu memberikan informasi yang tidak konsisten kepada pilot dan pesawat yang dikemudikan.

Lion Air JT 610 adalah pesawat Boeing tipe 737 MAX 8. Burung besi ini jatuh di Laut Jawa setelah lepas landas dari Jakarta pada 29 Oktober 2018.

Sebanyak 189 penumpang dan awak pesawat tidak ada yang selamat.

Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto meninjau lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Pantai Pakis Jaya, Karawang, Senin siang, 29 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

Dalam musibah ini, Harvino duduk sebagai co-pilot. Harvino berasal dari Jakarta dan gugatan hukum kepada Boeing dimasukkan atas nama istri dan tiga orang anak Harvino.

Diantara gugatan kepada Boeing adalah tuduhan bahwa Boeing tidak memberikan cukup informasi yang tertuang dalam buku manual mengenai pesawat 737 MAX 8 yang baru berusia dua bulan itu, sehingga hal ini telah mengarah penyebab pada kematian para pilot, awak pesawat dan para penumpang.

Firma hukum Gardiner Koch Weisberg & Wrona yang mengurus gugatan hukum keluarga Hervino mengatakan kliennya dan kapten pilot Bhayve Suneja merupakan pilot berpengalaman. Keduanya memiliki jam terbang 5 ribu dan 6 ribu jam sebelum musibah terjadi.

Dengan masuknya gugatan hukum dari keluarga Harvino ini, maka Boeing setidaknya telah digugat tiga keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Boeing belum mau berkomentar atas gugatan hukum yang dihadapi produsen pesawat terbang itu. (AS)
Komentar

Berita Terkini