Istri TKI Menangis Suaminya Disandra Kelompok Abu Sayyaf di Hutan Filipina

| Senin, 17 Desember 2018 | 09.15 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Istri TKI di Majene Sulawesi barat kecewa karena suaminya masih disandera kelompok Abu Sayyaf(KOMPAS.Com)
Mediaapakabar.com - Fitriani, istri Syamsul Saguni, satu dari dua TKI yang masih disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf di hutan Filipina, tak bisa menahan tangis saat ia mengetahui Hamdan Yunus, teman suaminya yang disandera kelompok bersenjata di Perairan Semporna, Malaysia, kini bebas setelah berhasil meloloskan diri.

Hamdan yang disandera bersama suaminya sejak September 2018 lalu saat ini sudah berkumpul bersama di tengah keluarga.

Melansir Kompas.com, Fitriani berharap, ada campur tangan yang serius dari pemerintah Malaysia dan Indonesia, dan perusahaan perikanan tempat suaminya bekerja di Malaysia, untuk membebaskan suaminya dari kelompok penyandera.

Hingga saat ini, keluarga Syamsul Saguni di Desa Lalattedong, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, itu tak bisa berkonsentrasi bekerja lantaran terus menanti kabar pembebasan Syamsul.

Fitriani makin cemas karena tak kunjung mendapat kabar atau informasi apa pun soal perkembangan upaya pembebasan suaminya.

Pemerintah dan perusahaan pemilik kapal tempat suaminya bekerja di Malaysia disebut tidak menghubungi keluarga korban.

“Saya bingung sudah sekian lama tidak mendapat kabar bagaimana upaya pembebasan suami saya. Pihak perusahan juga tidak pernah berkomunikasi dengan pihak keluarga untuk menunjukan tanggung jawab perusahaan terhadap karyawannya,” kata Fitriani, Minggu (16/12/2018).

Sejak suaminya disandera di Filipina, Fitriani dan anaknya mengeluh karena kesulitan biaya hidup.

Fitriani mengaku, tak menerima bantuan dari pemerintah maupun perusahaan tempat suaminya bekerja untuk membantu membiayai kehidupan keluarga kecilnya.

Fitri berharap, pemerintah maupun perusahaan tempat suaminya bekerja melakukan sejumlah langkah agar suaminya dapat segera kembali pulang ke kampung halamannya dan bisa berkumpul dengan keluarga dengan aman dan selamat.

Hamdan Yunus diketahui berhasil kabur pekan lalu dengan cara melarikan diri masuk hutan saat 12 kelompok Abu Sayyaf yang menjaganya lalai.

Hamdan berhasil keluar dari hutan Filipina berkat bantuan warga setempat, hingga dibawa ke pihak kemenlu Indonesia di Filipina, sebelum dipulangkan ke Jakarta.

Hamdan Yunus dan Syamsul Saguni disandera kelompok bersenjata di Perairan Semporna, Sabah, Malaysia, saat korban sedang berada di kapal penangkap ikan milik perusahaan ikan Dwi Jaya I dari Malaysia, pada September lalu. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI