Dian Pramana Poetra Meninggal Akibat Leukemia, Yuk Kenali 5 Gejala Penyakit Kanker Darah Ini

| Jumat, 28 Desember 2018 | 13.52 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Memar bisa jadi pertanda kanker darah. Foto:Enkimd.com
Mediaapakabar.com - Musikus Dian Pramana Poetra meninggal dunia dalam usia 57 tahun setelah mengidap kanker darah atau leukemia, Kamis (27/12/2018).

Kabar duka ini disampaikan oleh sahabatnya yang juga seorang musisi, Deddy Dhukun.

"Iya benar (meninggal dunia), jam delapan lewat lima," kata Deddy, seperti dilansir dari kompas.com.
Sebelumnya Dian didiagnosis dokter mengidap penyakit kanker darah stadium empat.

Gejala kanker darah yang sepele namun sering diabaikan, salah satunya memar
sruilk/Shutterstock

Gejala kanker darah yang sepele namun sering diabaikan, salah satunya memar

Ilustrasi leukemia
Ilustrasi leukemia. Foto: 
ThinkstockPhotos

Ilustrasi leukemia
Ilustrasi leukemia. Foto:
ThinkstockPhotos

Leukemia, atau kanker sel darah, menyebabkan gejala halus dan mengejutkan di seluruh tubuh.

Leukemia adalah kanker darah dan sumsum tulang, keganasan yang menyebabkan produksi abnormal sel-sel darah tertentu.

Ketika sel darah yang tidak sehat mengaliri sel-sel sehat, fungsi darah mulai terputus dan bisa terjadi gejala-gejala fisik.

Penyakit ini bisa menjadi lebih buruk dengan cepat jika seseorang memiliki tipe yang dikenal sebagai leukemia akut.

Penyakit ini dapat berkembang perlahan dan memburuk dari waktu ke waktu jika memiliki leukemia kronis, menurut National Institute of Health.

Berikut ini gejala leukemia yang sering diabaikan.

1. Sesak napas

Ketika seseorang lebih lemah dan lebih letih, mereka dapat mengalami sesak napas yang berasal dari anemia.

Dalam kasus yang lebih jarang, ada massa di dada.

"Mereka terengah-engah, kehabisan nafas. Berjalan melintasi ruangan mungkin sulit," jelas Dr. Levis.

2. Memar yang berlebihan atau spontan

Memar yang tidak dapat dijelaskan tanpa trauma fisik dapat menjadi salah satu gejala leukemia, menurut Pamela Crilley, DO, ketua departemen onkologi medis di Cancer Treatment Centers of America dan kepala onkologi medis di Eastern Regional Medical Center.

Memar yang tidak biasa adalah hasil dari jumlah trombosit atau pembekuan darah yang rendah, jelas Dr. Levis.

"Anda akan memar secara spontan, padahal tidak melakukan apa-apa," katanya.

"Itu bisa terjadi di mana saja, tetapi biasanya terjadi secara ekstrem di bagian kaki dan lengan," tambahnya.

3. Gusi membengkak dan membesar

Peningkatan ukuran gusi, juga dikenal sebagai hiperplasia gingiva, biasanya hanya ditemukan pada sebagian kecil pasien leukemia akut.

Namun, ini adalah salah satu gejala leukemia yang paling jelas.

"Jika Anda memiliki pasien dengan leukemia, Anda selalu melihat di mulut mereka untuk melihat apakah gingiva semakin membesar," kata Dr. Crilley.

Menurut Dr. Levis, gusi mungkin terlihat bengkak, dan seseorang hampir selalu merasakan kekakuan yang aneh di mulut.

4. Merasa kenyang atau kembung

Salah satu tanda jenis leukemia kronis dan kadang akut adalah pembesaran limpa, yang dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan.

Ini mungkin disebut dengan 'kekenyangan awal', menurut Dr. Crilley.

"Pasien makan sedikit makanan, mereka merasa cepat kenyang karena limpa mendorong ke atas perut," jelasnya.

5. Ruam kulit

Sekitar satu dari 20 pasien leukemia mungkin memiliki ruam kulit yang termasuk dalam salah satu dari dua kategori.

Yaitu leukemia pada kulit, atau ruam yang disebabkan oleh Sindrom Sweet, yang umumnya terkait dengan leukemia, menurut Dr. Levis.

"Leukemia pada kulit hampir selalu tampak seperti kulit Anda memiliki benjolan yang dimasukkan ke dalam kulit.

Gundukan kecil mulai tumbuh. Kadang-kadang itu bisa menjadi seperti plak," tambahnya.

Sindrom Sweet, di sisi lain, tampak merah, mirip dengan reaksi alergi.

Meskipun ruam kulit datang dalam berbagai bentuk dan ukuran, ruam sebagai gejala leukemia memiliki satu kesamaan: mereka akan terus tumbuh dan menyebar.

Nah, itu dia gejala penyakit leukemia yang sepele dan sering diabaikan. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI