BMKG Berikan Warning Cuaca dan Bencana Mengintai Saat Liburan Tahun Baru

| Jumat, 28 Desember 2018 | 14.07 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Pantauan udara dari pesawat Cesna 208B Grand Caravan milik Maskapai Susi Air yang menunjukan pemukiman di wilayah pesisir Banten porak poranda akibat terjangan tsunami. Foto: Kompas.com
Mediaapakabar.com - Salah satu alasan banyaknya korban dalam peristiwa tsunami di Selat Sunda adalah karena kejadian ini menimpa salah satu lokasi wisata favorit dan bertepatan dengan liburan panjang akhir pekan.

Hal ini juga yang memicu BMKG meminta kewaspadaan dari masyarakat saat berwisata menyambut liburan akhir pekan panjang berikutnya saat perayaan tahun baru yang hanya dalam hitungan hari, terutama bagi yang berencana berlibur ke kawasan pantai.

Deputi Bidang Meteorologi, BMKG, Mulyono R Prabowo mengatkaan seperti yang disampaikan melalui keterangan tertulis BMKG mengungkapkan pihaknya memantau dan menganalisis curah hujan yang menunjukkan bahwa sejumlah daerah telah diguyur hujan selama beberapa hari terakhir yang menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, dan longsor.
Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa beberapa hari terakhir menunjukkan mulai tampak adanya aktivitas aliran massa udara dingin dari Asia (Monsun Dingin Asia) yang signifikan sehingga dampaknya mempengaruhi peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia. 
Disamping itu, seminggu ke depan diprediksi akan adanya aliran massa udara basah yang menjalar dari barat Samudra Hindia menuju ke wilayah Indonesia bagian barat yang dikenal dengan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO). 
Interaksi kedua fenomena tersebut dan ditambah dengan tingginya aktifitas gangguan tropis, berupa sirkulasi dan pertemuan angin dapat menyebabkan dan meningkatkan potensi terjadinya hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang khususnya di Sumatera dan Jawa. 
Selain provinsi di Sumatera dan Jawa diperkirakan Bali dan Kalimantan Barat dan Tengah serta wilayah Maluku juga akan berpotensi terjadi hujan lebat pada periode ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau dan menganalisis curah hujan yang menunjukkan bahwa sejumlah daerah telah diguyur hujan selama beberapa hari terakhir yang menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, dan longsor.
Berdasarkan pantauan kondisi atmosfer terkini, aliran massa udara dingin dari Asia masih mendominasi wilayah Indonesia. Pusat tekanan rendah di sekitar wilayah Filipina dan Laut Cina Selatan menyebabkan massa udara dingin dari Asia cukup terkonsentrasi di wilayah utara. 
Sementara itu, dominasi pola udara tekanan rendah di sekitar wilayah Australia cukup signifikan dan menyebabkan terbentuknya daerah perlambatan angin dan pertemuan angin di sekitar wilayah Indonesia bagian selatan. Kondisi-kondisi tersebut diprakirakan akan meningkatkan potensi hujan di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode menjelang akhir tahun, 28-31 Desember 2018.
Wilayah yang berpotensi HUJAN LEBAT antara lain:
- Bengkulu
- Sumatera Selatan
- Kep. Bangka Belitung
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Selatan
- Jawa Tengah
- D.I. Yogyakarta
- Jawa Timur
- Bali
- NTB
- NTT
- Maluku bagian selatan
Disisi lain, beberapa daerah juga berpotensi mengalami angin kencang dengan kecepatan lebih dari 45 km/jam. Wilayah yang berpotensi terjadi ANGIN KENCANG antara lain:
- Lampung
- Banten
- DKI Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
- NTT
- Sulawesi Utara
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Maluku Utara
- Maluku bagian selatan
- Papua Barat
Potensi GELOMBANG TINGGI 2.5 - 4.0 METER berpeluang terjadi di:
- Selat Sunda bagian selatan
- Perairan Selatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumbawa
- Selat Bali - Selat Lombok - Selat Alas bagian selatan
- Samudera Hindia Selatan Banten
- Samudera Hindia Selatan Bali hingga NTB
- Perairan Kep. Anambas dan Selatan Kep. Natuna
- Laut Jawa
- Perairan Utara Kep. Kangean
- Perairan Kep. Sangihe - Talaud
- Perairan Manado - Bitung
- Laut Sulawesi bagian tengah hingga timur
- Laut Maluku
- Perairan Utara Kep. Halmahera
- Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga Papua Barat
Potensi GELOMBANG TINGGI LEBIH DARI 4 METER berpeluang terjadi di:
- Samudera Hindia Selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur
- Perairan Utara Kep. Nias
- Laut Natuna Utara
BMKG menghimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang dalam beberapa hari kedepan, terutama untuk wilayah-wilayah yang telah mendapat hujan berintensitas tinggi. Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.
Untuk masyarakat memperoleh informasi terkini, BMKG menyiapkan layanan informasi cuaca 24 jam, melalui:
- call center 021-6546315/18;
- http://www.bmkg.go.id;
- follow @infobmkg;
atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI