|

Bantai Pekerja Jembatan, KKB Papua Minta Bantuan Pasukan Perdamaian PBB Setelah Diserang TNI-Polri

Kali Dibaca
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)
Mediaapakabar.com - Tim gabungan TNI-Polri sampai saat ini masih terus melakukan pengejaran terhadap kelompok krimnal bersenjata (KKB) di Papua.

Terbaru, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) meminta bantuan pasukan perdamaian PBB untuk segera datang ke Papua.
Demikian disampaikan TPNPB melalui akun Facebook-nya, Jumat (14/12/2018).
Dalam unggahan itu, mereka menunjukkan video bukti sisa amunisi persenjataan berat yang diklaim sebagai milik TNI-Polri.
Militer Indonesia tak berhenti melakukan serangan bom udara di Kabupatrn Nduga.
Ini adalah bukti bom yang diturunkan dari udara menggunakan helikopter.
Dengan ini TPNPB meminta Pasukan Perdamaian PBB diharapkan segera ke Papua.
Demikian rilis TPNPB melalui unggahan itu seperti yang dirilis Pojoksatu.id.
“Ini mereka langsung turunin tembak-tembak ke hutan, tanda buktinya sudah ada ini ya,” ujar seorang pria dalma video tersebut.
TPNPB mengklaim, aparat keamanan itu juga telah melakukan penangkapan terhadap sejumlah tokoh-tokoh gereja setempat.
Tak hanya itu, mereka juga menyebut bahwa akibat penyerangan tersebut, sebagian warga sipil ikut menjadi korban.
“Kami masuk dan sudah melihat yang sudah terjadi,” lanjutnya.
Pria itu menyebut pihaknya juga sedang mencari lagi apakah ada warga sipil lainnya yang menjadi korban.
“Kami masih sedang cari masyarakat lain yang mungkin sudah dapat tembak atau tidak,”
“Yang sudah dapat tembak disiksa dan bukan siksa baik, tapi mereka sudah disiksa yang betul,” sambungnya.
“Sudah ada tanda bukti ini mereka yang turun tembak-tembak dari udar, mendarat dan turun langsung ditangkap,” jelasnya.
Diberitakan PojokSatu.id sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyampaikan pesan kerasnya untuk KKB di Papua.
Pihaknya memastikan tidak akan memberikan toleransi sedikit pun kepada KKB dan akan menempuh upaya penyelesaian dengan cara-cara seperlunya.
Demikian disampaikan Wiranto di Grand Sahid Hotel Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (13/12/2018).
“Di negeri ini ada kekuatan bersenjata yang melakukan pembunuhan, melakukan pengacauan. Di negara manapun juga ada. kita kejar, kita habisi mereka,” tegasnya.
Mantan Panglima TNI ini menyatakan, satu-satunya penyelesaian untuk kasus KKB ini tidak lain kecuali dengan tindakan tegas.
Hal itu perlu dilakukan agar mereka tidak lagi mengganggu stabilitas keamanan negara yang berujung pada terganggunya kepentingan nasional.
Mantan Ketua Umum Partai Hanura itu menyebut, tak akan menolak jika TNI-Polri mengambil langkah represif yang diperlukan.
“Ingat itu, semata-mata demi menjaga keutuhan NKRI,” tegas dia lagi.
“KKB yang jelas-jelas melakukan pembunuhan brutal ya harus kita selesaikan. Artinya ada satu pembenaran bagi polisi dan TNI untuk menghabisi, mengejar mereka,” tekan Wiranto.
Kendati demikian, pihaknya berharap agar kasus di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga itu bisa dituntaskan tidak dengan jalan kekerasan.
Akan tetapi, jika KKB masih saja melakukan perlawanan dan melanjutkan aksi kejinya, tindakan tegas adalah satu-satunya jalan yang bisa ditempuh.
“Tapi kalau bisa kita selesaikan dengan cara-cara baik. Itu kalau bisa,” katanya.
Caranya, saran dia, adalah KBB sadar dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.
“Tapi kalau tidak bisa dan mengorbankan masyarakat banyak, mengganggu kepentingan nasional, mengganggu stabilitas nasional, ya tindak tegas,” tandasnya. (AS)
Berikut video lengkap klaim TPNPB tersebut:

(ruh/pojoksatu)

Komentar

Berita Terkini